Jumat, 14 Jan 2022
Berita Kemenag Pusat - dibaca: 48 kali.

[ Kemenag: Masjid Harus Menjadi Simbol Aktif Persatuan Umat ]

Sesditjen Bimas Islam Kementerian Agama, M. Fuad Nasar mengingatkan, masjid bukan hanya sekadad bangunan peradaban yang bersifat fisik, namun merupakan bangunan akidah dalam konteks untuk memperbaiki kualitas hidup beragama.

“Masjid adalah tempat utama untuk membina kesalehan beragama,” katanya kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Kamis (13/01).

Fuad mengatakan, masjid merupakan pranata keagamaan terbesar dalam Islam. Masjid adalah lembaga risalah yang mengabadikan nilai-nilai perjuangan Nabi Muhammad Saw.

“Sepanjang sejarah peradaban Islam sejak abad pertama Hijriyah (7 M), masjid berperan sebagai pusat pembinaan jamaah dalam beribadah, dan sekaligus menjadi pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan, pusat dakwah, serta pusat kebudayaan Islam. Peran dan fungsi sosial masjid terus berkembang hingga abad modern. Oleh karena itu, masyarakat masa kini harus bisa menjadikan masjid sebagai tempat memperbaiki kualitas diri dan kualitas umat yang bertakwa, rukun dan bersatu,” ujarnya.

Fuad menjelaskan, setiap pribadi dan generasi muslim di manapun haruslah memiliki keterpautan hati dan jiwa dengan masjid. Masjid bisa menjadi benteng <em€akhlaqul karimah<="" em="">di tengah perubahan sosial, polusi moral, dan keguncangan nilai-nilai yang terjadi di masyarakat.

“Umat Islam yang rajin ke masjid, seyogyanya menjadi umat yang tercerahkan, baik hati maupun pikirannya, menjadi umat yang terbentuk kesalehan ritual maupun kesalehan sosialnya,” ujarnya.

Selain itu, Fuad menyatakan, masjid merupakan simbol aktif persatuan umat. Dengan demikian, menjadi kewajiban umat Islam untuk senantiasa menjaga kesucian dan kehormatan masjid dari segala hal yang dapat menodai kesuciannya.

“Masjid itu tempat yang suci, sehingga dalam Al-Qur’an disebut masajidallah (masjid Allah),” ujarnya.

Di berbagai negara, termasuk di Indonesia, lanjut Fuad, masjid telah berkembang sebagai institusi umat sesuai zamannya, seperti lembaga pendidikan, pusat-pusat studi dan kajian islam, pemberdayaan ekonomi umat, layanan kesehatan umat bahkan kegiatan seni beladiri di lingkungan remaja masjid.

“Semua itu merupakan aset kultural umat beragama yang tak ternilai dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa,” pungkasnya.

 

Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Kemenag Ajak Dai Dakwah Soal Zakat untuk Perekonomian Umat.
» Dirjen Bimas Islam Dorong Dai Jadikan Medsos Sebagai Media Dakwah.
» Ditjen PHU Libatkan KUA Sapa Jemaah Masa Tunggu.
» Kemajuan Teknologi Tuntut Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Lakukan Inovasi.
» Kemenag Siapkan Ashaj Bekasi Jadi Karantina Kepulangan Jemaah Umrah.
» Tahun Ini, Dirzawa Targetkan 5 Daerah Jadi Kampung Zakat.
» 7.411 Pendaftar Lulus Seleksi Calon PPPK Kemenag, Masa Sanggah Tiga Hari.
» Kemenag akan Beri Bantuan Kepustakaan Bagi 38 Masjid.
» ASN Bidang Haji dan Bimas Islam Kemenag NTT Tandatangani Pakta Integritas Tahun 2022.
» Kemenag Evaluasi Pemberangkatan Umrah.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala