Kamis, 18 Nov 2021
Berita Kemenag Pusat - dibaca: 11 kali.

[ Kemenag Kukuhkan Empat Profesor Riset ]

Kementerian Agama mengukuhkan empat penelitinya menjadi Profesor Riset. Orasi Pengukuhan dilaksanakan secara luring dan daring, di Jakarta, Kamis (11/11/2021). Empat peneliti bidang agama yang dikukuhkan adalah Abdul Kadir Masoweang, Kustini, Choirul Fuad Yusuf, dan Muhamad Murtadlo. 

Dalam Sidang Orasi Pengukuhan yang dipimpin oleh Profesor Riset Koeswinarno, masing-masing kandidat Profesor Riset diberi kesempatan menyampaikan orasinya. 

 

 

Profesor Riset Abdul Kadir Masoweang menyampaikan orasinya yang berjudul "Moderasi Beragama dalam Lektur Keagamaan Islam di Kawasan Timur Indonesia". Dalam orasinya, pria kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan, tahun 1956 ini menyimpulkan bahwa kajian terhadap lektur keagamaan Islam di Kawasan Timur Indonesia membuktikan bahwa ulama sejak dahulu sampai sekarang mengambil peran dalam memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. 

"Karya dan pemikiran ulama yang dituangkan dalam lektur keagamaan merupakan media dakwah untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan ajaran-ajaran Islam yang moderat kepada generasi sekarang dan akan datang," tutur Abdul Kadir yang meraih gelar Doktor kajian Tafsir dari UIN Alaudin Makassar pada 2011. 

 

 

Profesor Riset Kustini menyampaikan orasi berjudul "Perempuan, Keluarga, dan Perubahan Sosial". Peneliti yang telah menghasilkan 45 karya tulis ilmiah ini memaparkan perubahan sosial dalam masyarakat dapat memengaruhi perubahan dalam struktur keluarga termasuk perubahan pola relasi suami istri. Perubahan sosial menjadi tantangan bagi perempuan untuk tetap bertahan pada kondisi masyarakat yang semakin kompleks. 

"Peran pemerintah menjadi poin penting untuk menyiapkan perempuan agar dapat menyesuaikan dengan perubahan," cetus Kustini. 

Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi antar lembaga, kementerian, serta organisasi keagamaan dan kemasyarakatan dapat mengawal berbagai program pemberdayaan perempuan. "Kemenag, melalui Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah dapat terus menjalankan perannya melalui program revitalisasi KUA," tuturnya. 

 

 

Sementara, Profesor Riset Choirul Fuad Yusuf menyampaikan orasi tentang "Literasi Keagamaan Generasi Milenial Indonesia: Tantangan Masa Depan Bangsa Indonesia". Dalam orasinya, ia menyampaikan model pengembangan literasi keagamaan bagi generasi milenial di Indonesia. Pertama, menurut Choirul Fuad, pengembangan literasi keagamaan generasi muda diorientasikan pada penguatan nilai-nilai kerukunan, perdamaian, kebersamaan, persaudaraan, kasih sayang, dan nilai-nilai kemanusiaan universal lainnya. 

"Kedua, pengembangan literasi keagamaan generasi muda dilakukan secara integral dan komprehensif yang melibatkan, maupun keluarga melalui pendidikan formal di sekolah, pendidikan agama non formal, di masyarakat maupun pendidikan agama dalam keluarga dengan berbagai pendekatan yang manusiawi non-indoktrinatif," ungkap Choirul Fuad. 

Ketiga, Choirul Fuad menyampaikan, konten pendidikan agama ditekankan pada masing-masing agama yang mengutamakan kesamaan nilai ajaran yang universal dan tidak menonjolkan perbedaan pemicu konflik. 

 

 

Ada pun Profesor Riset Muhamad Murtadlo menyampaikan orasi berjudul "Pendidikan Moderasi Beragama: Membangun Harmoni, Memajukan Negeri".  Ia memaparkan, fenomena intoleransi atau ketiadaan tenggang rasa dalam beragama belakangan ini makin menguat. "Beberapa lembaga pendidikan diindikasikan menjadi tempat persemaian paham intoleran," ungkap Murtado. 

Karenanya, karakter moderat menjadi tujuan Penguatan Moderasi Beragama (PMB). "Agar PMB berjalan efektif, maka dibutuhkan pelibatan semua pihak (agensi) di sekitarproses pendidikan secara terpadu," ungkap Murtado. 

Ini meliputi pimpinan/penyelenggara lembaga pendidikan, pendidik, organisasi kesiswaan, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat. 

Empat orang yang dikukuhkan hari ini merupakan Profesor Riset ke-612, 613, 614, dan 615 dari delapan ribuan peneliti yang ada di Indonesia. Sekaligus, Profesor Riset ke-19, 20, 21, dan 22 di Kementerian Agama.

 

Sumber: https://kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Menag: Per 1 Desember 2021, Penerbangan Indonesia Bisa Langsung ke Saudi.
» Kabid Haji dan Bimas Islam NTT: Arah Kebijakan Penguatan Moderasi Beragama.
» Workshop Penulisan Makalah Moderasi Beragama.
» Bahas Umrah dengan Menteri Haji Saudi, Menag: Insya Allah akan Ada Kabar Baik.
» Wamenag Sebut Wisata Halal bukan Islamisasi Wisata.
» Lukman Hakim Saifuddin Berbagi Perspektif dalam Rumuskan Pendekatan Moderasi Beragama.
» Syarat dan Alur Pencairan Insentif Guru PAI Bukan PNS.
» Buka MTQ V Korpri, Wamenag Harap ASN Jadi Abdi Negara yang Moderat, Toleran, dan Dedikatif.
» Kemenag Harapkan Tiap Kabupaten Ada Tenaga Ahli Ilmu Falak.
» Optimalkan Tata Kelola Zakat, Kemenag Keluarkan PMA RKAT Baznas.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala