Jumat, 11 Jun 2021
Berita Kemenag Pusat - dibaca: 269 kali.

[ Kemenag Paparkan Tiga Ciri Keberagamaan Umat Islam di Indonesia ]

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim secara resmi membuka acara Webinar “Bina Moderasi Beragama bagi Generasi Islam Milenial” pada Rabu (9 /6), di Palembang, Sumatera Selatan. Pada acara pembukaan tersebut, Agus menyampaikan tiga ciri keberagamaan umat Islam di Indonesia.

”Keberagamaan umat Islam di Indonesia dapat dilihat dengan tiga ciri, pertama, agama di Indonesia ini dijalankan dengan cara yang baik. Walaupun banyak cara untuk mengukur bahwa di Indonesia masih terdapat hal yang kurang baik, namun jika berkaitan dengan toleransi, ibadah, menyatunya ajaran agama dengan perilaku dan lainnya, hal itulah menjadikan Indonesia lebih baik hingga saat ini,” tutur Agus di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (9 /6).

Ciri kedua, ialah agama selalu diamalkan dalam konteks sosial. menurut Agus ketika masyarakatnya tidak dewasa dalam beragama maka agama yang diamalkan juga secara tidak dewasa.

”Sebagai contoh, jika sekarang marak orang-orang yang anti terhadap kelompok berbeda, anti kelompok yang dianggap bermasalah atau menyimpang, hal ini penyebabnya karena belum dewasanya masyarakat dalam melihat perbedaan,” papar Agus.

Ciri keberagaman yang ketiga, beberapa umat Islam di Indonesia mengalami gangguan kepribadian dalam bahasa psikologi disebut _minderwaardigheidscomplex,_ yang artinya keadaan psikologis seseorang merasa lebih rendah dibanding orang lain.

”Jadi umat Islam di Indonesia merasa kurang percaya diri ketika berhadapan dengan orang timur tengah misalnya, semuanya dianggap ulama, kepercayaan diri kita tidak tersisa lagi, padahal sebenarnya tidak demikian. Penilaian terhadap seseorang itu harus berdasarkan pada penilaian mendalam,” tuturnya.

Acara ini diikuti oleh 70 peserta dari unsur Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Gerakan Pemuda Ansor, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), dan Penyuluh Agama Islam, dengan melakuan test antigen terlebih dahulu dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

 

Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Kemenag Buka Lelang Jabatan 22 Eselon II.
» Menilik WNI Berhaji di Masa Pandemi.
» Muhammadiyah Nilai Perpanjangan PPKM Sudah Tepat.
» Pendaftaran CASN Kemenag Diperpanjang Hingga 26 Juli 2021.
» Pemerintah Tetapkan Iduladha 1442 H Jatuh pada Selasa 20 Juli 2021.
» Rukyatul Hilal Awal Dzulhijjah 1442 H: Hilal Tidak Terlihat di Kota Kupang.
» Peserta Terbaik I, II dan III STQ XXVI Tingkat Provinsi NTT.
» Ketua Panitia: STQ Kita Jadikan Media dan Sarana yang Strategis.
» Maluku Utara Tuan Rumah Seleksi Tilawatil Quran Nasional Oktober 2021.
» Dirjen: Perlu kolaborasi dengan Semua Pihak untuk Jalankan SE No 15 Tahun 2021.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala