Senin, 10 Mei 2021
Berita Kemenag Pusat - dibaca: 133 kali.

[ Direktur Urais Binsyar: Jangan Usir Anak Kecil dari Masjid ]

Di tengah perkembangan zaman di mana budaya dan gaya hidup masyarakat yang permisif dan semakin hedonis, sudah seharusnya masjid menjadi tempat yang ramah dan menjadi daya tarik bagi generasi muda muslim.

Pesan itu disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh. Agus Salim dalam tayangan “Podcast To The Point Bimas Islam” yang diunggah pada Jum`at (7/5).

“Jadi kalau ada anak-anak kecil yang datang ke masjid meskipun sering berisik, tapi jangan sampai kita usir, jangan sampai menimbulkan rasa masjid tidak ramah bagi mereka, sehingga membuat mereka tidak mau lagi datang ke masjid,” kata Agus.

Salah satu upaya yang dilakukan Kemenag bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Kemenppa) menggalakkan program masjid ramah anak.

“Tahun lalu sekitar ada 10 masjid yang sudah kita bantu untuk mendukung masjid ramah anak, dan insyaallah tahun ini semoga kita bisa menambah lagi, dan saat ini kami juga sudah menyiapkan bantuan 50 juta rupiah untuk satu masjid,” paparnya.

Agus menjelaskan, berdasarkan kebijakan dari Direktorat Urais Binsyar bantuan tersebut bisa bersifat program, pembinaan, dan bentuk pembangunan fisik.

Lebih jauh, Agus berharap masjid ramah anak dapat diwujudkan oleh seluruh masjid yang ada di Indoneisa, agar bisa membiasakan anak-anak datang ke masjid untuk belajar salat, belajar membaca Al-Qur`an, dan belajar ilmu agama.

“Terkait masjid ramah anak, suatu ketika di daerah, tidak bisa saya sebutkan nama dan lokasinya, seseorang bercerita kalau masjid yang ada di daerahnya mungkin hanya bisa bertahan 10-15 tahun kedepan, karena yang pengurus masjid dan jamaah di masjid itu tidak ada anak-anak muda, semuanya orang yang lanjut usia,” tuturnya.

Agus membayangkan, jika masjid sudah tidak digemari untuk didatangi anak-anak, kalau bukan anak muda lalu siapa yang akan mengurus dan memakmurkan masjid di masa yang akan datang.

“Oleh karena itu, kita bersama-sama anak-anak kita diberi pemahaman, dan arahan bukan berarti harus dilarang, harus kita beri pengertian jangan malah diusir dari masjid,” pungkasnya.

 

Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Dialog Intern Kerukunan Umat Beragama Tahun 2021.
» Kabid Haji dan Bimas Islam NTT: Kemunculan Paham dan Aliran Karena Faktor Internal dan Eksternal.
» Temu Konsultasi Penanganan Paham Keagamaan Tahun 2021.
» Saudi Batasi Haji Hanya untuk Domestik dan Ekspatriat, Menag: Kita Fokus Persiapkan Haji 1443 H.
» Sepekan Pembatalan, 59 Jemaah Proses Pengembalian Setoran Pelunasan.
» Kemenag Paparkan Tiga Ciri Keberagamaan Umat Islam di Indonesia.
» 2022, Menag Akan Bahas Haji Lebih Awal dengan Saudi.
» Tangani Konflik dengan Cepat, Kemenag Kembangkan Sistem Informasi Deteksi Dini.
» Penyuluh Banama Tingang Hibah Tanah dan Bangunan KUA Senilai 550 Juta Rupiah.
» Berantas Buta Al-Qur`an, Penyuluh Mandiangin Koto Selayan Gencar Turun ke Masyarakat.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala