Senin, 10 Mei 2021
Berita Kemenag Pusat - dibaca: 46 kali.

[ Kemenag: Zakat Fitrah Bentuk Kepedulian Sesama Umat ]

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mengatakan esensi zakat fitrah adalah bentuk kepedulian sesama umat muslim dalam mencukupi kebutuhan masyarakat tidak mampu di hari raya.  

"Zakat fitrah di Bulan Ramadan diperuntukkan supaya umat bisa merasakan dan menikmati Hari Raya Idul Fitri dengan berkecukupan," katanya saat ditemui di Kantor Kemenag Jalan MH. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, Jumat (7/5).

Direktur menjelaskan berzakat di Bulan Puasa bukan hanya untuk mengenal Allah atau meningkatkan iman kepada Sang Pencipta. Tetapi, juga mengajarkan umat saling berbagi satu sama lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat membutuhkan, supaya mereka bisa menikmati hari raya.

“Kaum muslimin dan muslimat wajib mengeluarkan zakat fitrah, baik orang berpuasa maupun tidak berpuasa selama ia memiliki kemampuan untuk menikmati hari Lebaran, dan zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa. Lalu dalam bentuk uang tunai yakni senilai Rp40 ribu per jiwa," urainya.  

Tarmizi menjelaskan sebagai mana ketetapan ada delapan golongan berhak menerima zakat fitrah yakni orang fakir, orang miskin, pengelola amil, mualaf, fisabilillah, gharimin, ibnusabil, dan hamba sahaya. Selain itu, batas waktu penyaluran zakat fitrah ditunaikan berdasarkan ketetapan hukum, yakni penghujung Bulan Ramadan atau sebelum khatib turun dari mimbar saat Shalat Id.

"Berpuasa lalu dikaitkan dengan berzakat, itu artinya selain mendekatkan diri kepada Allah SWT juga menjalin hubungan antarsesama umat serta lingkungan. Karena peduli dengan diri sendiri maka akan melahirkan kepedulian terhadap orang lain," tuturnya.

Oleh karena itu, Direktur mengajak seluruh umat Islam pada momentum Bulan Suci Ramadan lebih meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT serta meningkatkan antusias menunaikan zakat fitrah.

 

Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Dialog Intern Kerukunan Umat Beragama Tahun 2021.
» Kabid Haji dan Bimas Islam NTT: Kemunculan Paham dan Aliran Karena Faktor Internal dan Eksternal.
» Temu Konsultasi Penanganan Paham Keagamaan Tahun 2021.
» Saudi Batasi Haji Hanya untuk Domestik dan Ekspatriat, Menag: Kita Fokus Persiapkan Haji 1443 H.
» Sepekan Pembatalan, 59 Jemaah Proses Pengembalian Setoran Pelunasan.
» Kemenag Paparkan Tiga Ciri Keberagamaan Umat Islam di Indonesia.
» 2022, Menag Akan Bahas Haji Lebih Awal dengan Saudi.
» Tangani Konflik dengan Cepat, Kemenag Kembangkan Sistem Informasi Deteksi Dini.
» Penyuluh Banama Tingang Hibah Tanah dan Bangunan KUA Senilai 550 Juta Rupiah.
» Berantas Buta Al-Qur`an, Penyuluh Mandiangin Koto Selayan Gencar Turun ke Masyarakat.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala