Jumat, 09 Apr 2021
Berita Kemenag Pusat - dibaca: 341 kali.

[ Penyuluh Agama Islam Kemenag Wujudkan Inovasi Dakwah Pemberdayaan Ekonomi ]

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama melakukan inovasi dakwah berupa pengembangan di tengah masyarakat. Inovasi dakwah ini amat diperlukan agar materi dakwah tidak selalu berbentuk ceramah teoritis.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Juraidi, saat menjadi narasumber dalam Halaqoh Penceramah Agama dan Launching Aplikasi UstadzKita yang dihelat di Jakarta, Kamis-Sabtu, 8-10 April 2021.

"Majelis taklim tidak hanya mengajarkan materi agama yang bersifat fikih, tetapi harus dikembangkan dengan materi muamalah terkait pemberdayaan ekonomi," ungkap Juraidi di Jakarta, Kamis (8/4/21).

Juraidi mencontohkan aksi nyata yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Para penyuluh memiliki inovasi dakwah berupa pembentukan Koperasi Syariah Majelis Taklim.

"Tadi siang saya menghadiri Launching Koperasi Syariah Majelis Taklim yang diinisiasi oleh PAI melalui Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh). Ada 26 Koperasi Syariah mewakili 26 kecamatan di Kabupaten Klaten," tambahnya.

Koperasi Syariah yang mendapatkan dukungan modal awal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah ini, tambah Juraidi, sangat aplikatif dan inovatif dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah Koperasi Syariah Majelis Taklim itu didukung Baznas. Keberadaan koperasi ini sangat penting, apalagi di masa pandemi Covid-19. Masyarakat sedang mengalami kesusahan, dikhawatirkan masuk ijon, rentenir, dan lainnya. Bagaimanapun, dakwah harus sesuai dengan yang dibutuhkan objek dakwah," terangnya.

Juraidi menambahkan, para penceramah dan mubalig perlu memberikan perhatian khusus terkait masalah ekonomi umat. Pasalnya, potensinya sangat besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.

 

Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021.
» Kemenag NTT Gelar Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah.
» Saudi Pastikan Penyelenggaraan Haji, Kemenag: Kita Koordinasikan Rencana Operasionalnya.
» Enam Juta Untuk 6 ASN Kemenag Malaka Terdampak Badai Seroja dan 1 Tenda Untuk Kemenag.
» Besok, Kemenag Gelar Sidang Isbat Tetapkan Idul-Fitri.
» Dirjen Bimas Islam Optimis Ziswaf Solusi Atasi Kemiskinan.
» Direktur Urais Binsyar: Jangan Usir Anak Kecil dari Masjid.
» Menuju Kick Off Revitalisasi KUA, Kemenag Sosialisasikan Tiga Regulasi Kemasjidan.
» Kemenag: Zakat Fitrah Bentuk Kepedulian Sesama Umat.
» Penilaian Angka Kredit Guru Madrasah Segera Gunakan e-PAK.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala