Rabu, 02 Sept 2020
Artikel Renungan - dibaca: 675 kali.

[ Larangan Membocorkan Rahasia ]

Pernahkah di antara kalian diminta untuk menjaga rahasia ketika diajak curhat? Mungkin sebagian besar kita pasti pernah diminta untuk menjaga rahasia tersebut, baik rahasia dari teman, sahabat, keluarga, dan orang terdekat lainnya. Rahasia adalah sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui oleh orang lain atau sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya.

Tidak menceritakan rahasia kepada orang lain termasuk dari adab yang mesti diperhatikan. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadis Nabi:

 

سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ أَسَرَّ إِلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِرًّا فَمَا أَخْبَرْتُ بِهِ أَحَدًا بَعْدَهُ وَلَقَدْ سَأَلَتْنِي أُمُّ سُلَيْمٍ فَمَا أَخْبَرْتُهَا بِهِ

 

Artinya:

“Riwayat dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW pernah membisikkan suatu perkara rahasia kepadaku, maka hal itu tidak akan pernah kuceritakan kepada siapapun. Dan sungguh Ummu Sulaim pun pernah bertanya tentang rahasia tersebut, namun aku tidak menceritakannya.” (HR: Bukhari)

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari menjelaskan bahwa sebagian ulama mengatakan rahasia ini seakan-akan dikhususkan untuk para istri Rasulullah SAW, karena jika berkaitan tentang ilmu, Sayyidina Anas tidak akan merahasiakannya.

Selanjutnya Imam Ibnu al-Baththal menerangkan, yang dipegang para ahli ilmu bahwa rahasia yang tidak boleh dibuka adalah jika menimbulkan mudharat kepada yang memiliki rahasia. Dan mayoritas ulama mengatakan jika dia telah wafat, maka tidak diharuskan menyembunyikan rahasianya sebagaimana dia masih hidup, kecuali jika ada aib yang merendahkan martabatnya.

Adapun setelah wafat, itu terbagi kepada beberapa bagian, yaitu dibolehkan menyebutkannya jika ada kebajikan di sana. Dimakruhkan secara mutlak, dan terkadang wajib jika ada hak yang belum terselesaikan karena ada udzur ketika dia masih hidup, jika rahasianya disebutkan, maka ada orang lain yang diharapkan bisa menyelesaikannya.

Menjaga rahasia adalah termasuk amanah. Jika amanah ini dilanggar, maka dia dicap sebagai orang yang khianat.

 

Sumber : https://islami.co/


Bagikan Artikel ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Rapat Evaluasi Haji Provinsi NTT 1443 H/2022 M: Kedepan Tentu Harus Lebih Baik.
» Pemerintah Arab Saudi Apresiasi Petugas Haji Indonesia.
» Dirjen Bimas Islam Anjurkan Penghulu dan Penyuluh Agama Baca Buku Toleransi.
» Semua Jemaah Haji NTT Telah Kembali Ke Daerah Masing-Masing.
» Hukum Perempuan Salat Berjemaah di Masjid.
» Ketua Komisi VIII Sebut Jemaah Haji Usia 65 Tahun ke atas Prioritas Haji 2023.
» Sebanyak 3.928 Jemaah Pulang Hari Ini, 51.545 Sudah Tiba di Tanah Air.
» Tahun Baru 1444 Hijriah, UPZ KUA Sakti Terima Zakat 14 Juta Rupiah Dalam Sehari.
» Hari ini 11 Kloter Dipulangkan, Total 47.490 Jemaah Haji Sudah di Tanah Air.
» Kemenag Dorong Penghulu Naik Kelas.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala