Jumat, 02 Sept 2016
Artikel Haji - dibaca: 1924 kali.

[ Misi Haji Pertama Setelah Kemerdekaan ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, perjuangan tak lantas berhenti. Bangsa Indonesia masih harus berperang mempertahankan kemerdekaannya menghadapi Belanda yang berusaha kembali menjajah. Karena itulah Rois Akbar NU, Kh. Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa kepada seluruh umat Islam. 

Menurutnya, haram bagi umat Islam meninggalkan Tanah Airnya dan tidak wajib pergi menunaikan ibadah haji. “Fardhu’ain bagi umat Islam berperang melawan penjajah Belanda,” ujarnya.

Kendati demikian, semangat umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan haji di masa mendatang tetap di pupuk dalam hati. Pada 1948, Pemerintah Indonesia yang baru mendapatkan pengakuan dari negara-negara Timur Tengah, termasuk dari Saudi Arabia, mengirimkan misi haji. Delegasi yang terdiri dari KRH. Muh. Adnan, H. Ismail Banda, H. Saleh Suaidy dan H. Samsir Sutan Ameh berangkat ke Makkah guna menghadap Raja Arab Saudi. 

Awalnya, pemerintah RI kala itu, hanya memfasilitasi jasa pesawat terbang carter milik Thailand yang mengakhiri tujuan penerbangan di Bangkok, selebihnya dengan biaya sendiri. Beruntung H. Samsir Sutan Rajo Ameh membawa sebongkah berlian yang dapat dijual ketika sampai di Bangkok. 

Setelah merampungkan transaksi berlian itu, masalah lain segera dattang menghadang. Ternyata satu-satunya maskapai penerbangan yang melayani rute Bangkok-Kairo hanyalah perusahaan KLM, maskapai milik Belanda. 

Terbetik keraguan di hati rombongan tersebut, mengingat kondisi RI-Belanda di Tanaj Air sedamg mengalami pergolakan dan peperangan. Namun, dengan tekad bulat mereka nekat mendaftardi maskapai itu. Tanpa diduga agen maskapai KLM meluluskan izin haji mereka yang terang-terangan bertuliskan Misi Haji RI (MHRI). Sebelumnya mereka juga telah menyelesaikan masalah lain yang tidak terduga, yakni persyaratan keterangan sehat yang didapat dari budi baik seorang dokter asal Vietnam.

Perjalanan pun dapat dilanjutkan dengan lancar sampai ke Kairo. Misi tersebut mendapat sambutan hangat dari baginda Raja Ibnu Saud. Pada tahun itu juga bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan di Arafah.

 

Sumber : http://www.republika.co.id/


Bagikan Artikel ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Innalillahi, Direktur Urais Binsyar Moh. Agus Salim Tutup Usia.
» Sepekan Dibuka, 1.600 Lembaga Ajukan Bantuan Masjid dan Musala ke Kemenag.
» Kemenag Buka Peluang Pembentukan UPZ di KUA.
» Kemenag Luncurkan Sehati, Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK.
» Inovatif, Kemenag Surakarta Buka Layanan Biro Jodoh via Online.
» SKD CPNS Kemenag Tahap I Digelar Mulai 20 September 2021, Ini Ketentuannya.
» 20 Tim ini Lulus Seleksi Akademi Madrasah Digital 2021.
» Kemenkes Imbau Jemaah Haji dan Umrah Tidak Pilih-Pilih Vaksin.
» Ditjen PHU Dorong Pemberangkatan Umrah Gunakan Satu Pintu.
» Selamat! Ini Calon Imam Masjid UEA yang Lolos Seleksi Tahap I.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala