Jumat, 02 Sept 2016
Artikel Haji - dibaca: 1591 kali.

[ Lahirnya Penyelenggara Haji Indonesia ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Memasuki era kemerdekaan, tepatnya pada masa pemerintahan Orde Lama. Pelaksanaan haji dilakukan sepenuhnya oleh Penyelenggara Haji Indonesia (PHI). PHI ini berdiri di setiap Karesidenan (Pemerintah Provinsi).

Seperti dilansir buku Haji dari Masa ke Masa terbitan Kementerian Agama, Ahad (6/9), PHI bertugas mengatur, mengolah, dan mengadminstasikan segala urusan calon haji. Pada perkembangannya tugas PHI ini diperbaiki dan disempurnakan melalui hasil Kongres Muslimin Indonesia (BKMI). Perbaikan dan penyempurnaan itu diimplementasikan melalui pembentukan Panitia Perbaikan Perjalanan Haji Indonesia (PPHI).

Kedudukan PPHI ini disahkan oleh Kementerian Agama yang ditandatangani oleh Menteri Agama Republik Indonesia Serikat (RIS), KH Wahid Hasyim No. 3170, Tanggal 6 Februari 1950. Lalu diperkuat lagi dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Republika Indonesia di Yogyakarta No.A.II/I/648 Tanggal 9 Februari 1950. Surat Edaran ini menunjuk PPHI sebagaiw adah sah di luar pemerintah untuk mengurus dan menyelenggarakan perjalanan haji Indonesia.

Melalui legitimasi yang kuat, masalah haji mulai diatur oleh pemerintah. Pada akhirnya, muncul keyakinan masyarakat pelaksanaan haji akan semakin mudah, membaik, dan bertarif terjangkau. Melihat dari antusiasme yang tinggi, selanjutnya Kementerian Agama mendirikan PT. Pelayaran Muslim. Kemudian, Kementerian Agama juga mulai memberlakukan sistem kuota. Pemberlakuan sistem ini dikarenakan, keterbatasan fasilitas yang tersedia.

Bagaimana dengan ongkos haji, pada tahun 1950 tarif haji mencapai Rp. 6.487 dengan jumlah haji mencapai 9.502. Biaya haji itu naik 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 3.3395. Setiap keberangkatan, mereka didampingi 24 petugas haji dan 20 petugas kesehatan. Saat itu, jamaah haji yang meninggal sebanyak 384 orang atau 4,04 persen.

 

Sumber : http://www.republika.co.id/


Bagikan Artikel ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Innalillahi, Direktur Urais Binsyar Moh. Agus Salim Tutup Usia.
» Sepekan Dibuka, 1.600 Lembaga Ajukan Bantuan Masjid dan Musala ke Kemenag.
» Kemenag Buka Peluang Pembentukan UPZ di KUA.
» Kemenag Luncurkan Sehati, Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK.
» Inovatif, Kemenag Surakarta Buka Layanan Biro Jodoh via Online.
» SKD CPNS Kemenag Tahap I Digelar Mulai 20 September 2021, Ini Ketentuannya.
» 20 Tim ini Lulus Seleksi Akademi Madrasah Digital 2021.
» Kemenkes Imbau Jemaah Haji dan Umrah Tidak Pilih-Pilih Vaksin.
» Ditjen PHU Dorong Pemberangkatan Umrah Gunakan Satu Pintu.
» Selamat! Ini Calon Imam Masjid UEA yang Lolos Seleksi Tahap I.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala