Kamis, 03 Sept 2015
Artikel Haji - dibaca: 1757 kali.

[ Lima Cara Meraih Haji Mabrur ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Meraih haji mabrur merupakan cita-cita setiap jamaah haji. Namun hal itu tidak mudah. Ibadah haji memerlukan totalitas keikhlasan dan kekhuyu`an, baik lahir maupun batin.

Ada beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk meraih haji mabrur. Pertama, membawa bekal yang terbaik. Dan sebaik-baik bekal untuk menunaikan ibadah haji adalah takwa.

Takwa -- melaksanakan segala yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi segala yang dilarang-Nya -- adalah pokok dari segala pelaksanaan ibadah haji. Tanpa takwa, tak akan mendapatkan haji mabrur. Seluruh pelaksanaan ibada haji wajib disertai takwa kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kedua, sebelum menunaikan ibadah haji dan selama menunaikannya, hendaknya bertobat kepada Allah dengan taubatan nasuha (tobat yang sebenar-benarnya). Tobat itu meliputi hati, lidah, serta perbuatan.

Ketiga, sebelum menunaikan ibadah haji, hendaknya ia membereskan masalah utang-piutang. Karena orang yang dalam perjalanan ibadah haji bagaikan orang yang masuk ke liang kubur, hendaknya ia membereskan masalah-masalah yang bersangkutan dengan manusia. Misalnya masalah utang-piutang, juga memohon maaf jika mempunyai kesalahan kepada orang lain.

Keempat, biaya haji yang halal. Harta halal itu adalah harta yang bukan dari pencurian, korupsi, penipuan, riba, menjual barang yang haram (babi, darah, binatang disembelih bukan atas nama Allah SWT).

Harta yang halal ialah harta yang didapat dari mata pencaharian yang halal, upah/gaji, honoraium, hasil perdagangan yang halal, pemberian, hibah, wasiat, sedekah, infak, dan lain-lain harta yang tidak dilarang dalam Islam. Imam Ahmad menegaskan bahwa tidak sah haji dari harta yang haram. "Sesungguhnya Alah itu baik, dan tidak menerima kecuali yang baik."

Harta yang halal itu tidak hanya untuk yang pergi menunaikan ibadah haji, melainkan juga bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kelima, tidak kalah pentingnya adalah bekal sikap mental menghadapi segala kemungkinan selama berada di Tanah Suci. Salah satunya adalah sabar. Sifat yang satu ini memegang peranan sangat penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Seluruh aspek ibadah haji memerlukan unsur sabar. Sifat sabar itu terutama diperlukan pada saat thawaf, mencium hajar aswad, melontar jumrah, dan berusaha shalat/zikir dekat Ka`bah.

Jamaah haji harus selalu menjaga kesehatan, cukup makan yang bergizi, jangan begadang, memperbanyak shalat dan dzikir di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk mendekatkan diri kepada Allah.

 

Sumber : http://www.republika.co.id/


Bagikan Artikel ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Innalillahi, Direktur Urais Binsyar Moh. Agus Salim Tutup Usia.
» Sepekan Dibuka, 1.600 Lembaga Ajukan Bantuan Masjid dan Musala ke Kemenag.
» Kemenag Buka Peluang Pembentukan UPZ di KUA.
» Kemenag Luncurkan Sehati, Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK.
» Inovatif, Kemenag Surakarta Buka Layanan Biro Jodoh via Online.
» SKD CPNS Kemenag Tahap I Digelar Mulai 20 September 2021, Ini Ketentuannya.
» 20 Tim ini Lulus Seleksi Akademi Madrasah Digital 2021.
» Kemenkes Imbau Jemaah Haji dan Umrah Tidak Pilih-Pilih Vaksin.
» Ditjen PHU Dorong Pemberangkatan Umrah Gunakan Satu Pintu.
» Selamat! Ini Calon Imam Masjid UEA yang Lolos Seleksi Tahap I.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala