» Akad Nikah


- Dilihat: 198 kali

LAYANAN AKAD NIKAH BIDANG HAJI DAN BIMAS ISLAM

KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

 

 

I.   DASAR HUKUM

1.  Undang Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan

2.  PMA Nomor 11 tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah.

3.  KMA Nomor 477 tahun 2004 tentang Pencatatan Nikah

 

II.  PERSYARATAN

1. Akta Nikah (Model N)

2. Terpenuhi Rukun Nikah, yaitu:

    a. Calon Pengantin Perempuan

    b. Calon Pengantin Laki-laki

    c. Wali

    d. Dua orang Saksi laki-laki

    e. Ijab Qobul 

3. Terpenuhi syarat nikah, yaitu:

a. Syarat Nikah Untuk Mempelai Pria

    - Memeluk agama Islam

    - laki-laki yang tertentu

    - Bukan leleki mahram dengan calon istri

    - Calon mempelai Pria Mengetahui Wali nikah asli yang akan menjadi wali di pernikahan

    - Tidak dalam lhram umrah atau haji

    - Menikah dengan kerelaan/ kemauan sendiri bukan karena paksaan

    - Tidak memiliki 4 (empat) orang istri pada waktu menikah

    - Mengetahui perempuan yang akan dijadikan dinikahi dan dijadikan istri

 

 b. Syarat Untuk Mempelai Wanita

   - Memeluk agama Islam

   - Wanita yang tertentu

   - Bukan wanita mahram dengan calon suami (saudara kandung calon suami)

   - Wanita bukan seorang kuntsa (menyukai sesama jenis)

   - Tidak dalam lhram umrah atau haji

   - Calon mempelai wanita tidak boleh  didalam  lddah

   - Tidak berposisi sebagai  istri  orang

 

c. Syarat Wali Nikah

   - Tidak berposisi sebagai  istri  orang

   - Wali nikah laki-laki bukan wanita

   - Sudah Baligh

   - Menjadi wali dengan  kerelaan sendiri bukan dengan  paksaan

   - Tidak dalam ihram umroh atau  haji

   - Tidak Gila atau cacat fikiran, sudah terlalu tua sehingga sulit berfikir

   - Sudah Merdeka

 

d. Syarat Saksi Nikah

   - Saksi sekuang-kurangnya harus 2 (dua) orang

   - Memeluk agama Islam

   - Memiliki akal yang sehat

   - Sudah Baligh

   - Berjenis kelamin laki-laki

   - Sudah memenuhi sepenuhnya yang ada dalam Ijab dan juga Qobul

   - Saksi harus bisa melihat, mendengar, dan juga berbicara

   - Adil

   - Sudah Merdeka

 

e. Syarat Ijab Nikah

   - Pernikahan yang akan dilakukan ini harus pernikahan yang tepat

   - Tidak merubah atau menggunakan perkataan yang dikarang sendiri

   - Ijab harus diucapkan oleh wali atau wakil yang ada dalam pernikahan

   - Ijab tidak boleh diikatkan dalam jangka waktu tertentu atau nikah kontrak

   - Ijab tidak boleh memiliki persyaratan ketika ijab ini dilafazkan

 

f. Syarat Qobul
 
   - Perkataan Qobul haruslah sesuai ucapan Ijab
   - Tidak mengandung kata-kata sindiran
   - Diucapkan oleh calon suami atau wakilnya (jika benar-benar calon suami tidak bisa berbicara atau yang lain)
   - Tidak dikaitkan dalam waktu tertentu atau nikah kontrak
   - Tidak memiliki persyaratan pada saat qabul diucapkan
   - Harus mengucapkan nama calon istrinya
 
 
III.     PROSEDUR
 
1.    Pemeriksaan kembali Rukun dan Syarat nikah sesaat sebelum pelaksanaan akad nikah;

2.    Ijab Qobul oleh orang tua/wali pengantin perempuan

3.    Penandatangan Akta Nikah oleh pengantin, wali, 2 orang saksi laki-laki dan penghulu serta tanda terima kutipan akta nikah oleh pengantin. 

4.    Pengumuman dan penetapan legalisasi nikah oleh penghulu

5.    Penyerahan Kutipan Akta Nikah (Model-NA) kepada pengantin

6.    Pengarsipan Akta Nikah (model-N) dan Bukti tanda terima Kutipan Akta Nikah.