Senin, 31 Agts 2015
Berita NTT - dibaca: 3418 kali.

[ Mahasiswi Kupang - NTT Terjaring Operasi Miras ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Lima puluh dua orang terjaring operasi penertiban minum minuman keras (miras) yang dilakukan oleh Polres Kupang Kota bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kupang, Sabtu (29/82015) hingga Minggu (30/8/2015) dini hari. Puluhan orang itu diamankan karena menggelar pesta miras di tempat umum.

Dari 52 orang yang terjaring itu, dua orang perempuan yang diketahui oknum mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Kupang. Dua oknum mahasiswi ini berinisial MMP (22) dan JRKD (22).

Kedua oknum mahasiswi ini terjaring operasi bersama tiga orang lelaki yang sedang pesta miras. Selain itu, dari sebuah mobil Inova warna hitam, oknum mahasiswi ini melarang wartawan untuk meliput saat diamankan aparat keamanan dari Polres Kupang Kota dan Satpol PP Kota Kupang.

Hal serupa pun terjadi pada sebuah mobil sedan warna putih yang dipakai oleh sekitar lima orang karyawan salah satu hotel di Kota Kupang. Lima orang itu diamankan petugas karena menggelar pesta miras di lokasi pantai Kelapa Lima. Selain itu, saat petugas menggeledah jok bagian belakang mobil itu ditemukan sejumlah botol minuman dan es batu.

Setiap orang yang ditemukan sedang menggelar pesta miras, bersama kendaraanya digiring ke Markas Polres Kupang Kota. Mereka yang terjaring operasi penertiban diangkut menggunakan mobil Dalmas, kecuali dua orang oknum mahasiswi yang tidak mau diangkut dengan mobil Dalmas.

Sementara lima orang pemuda kembali diamankan petugas saat rombongan berpatroli melintasi Jalan Timor Raya. Saat itu lima orang pemuda tersebut sedang duduk menikmati miras di pinggir jalan.

Melihat pesta miras itu, para petugas langsung bergegas mengamankan para pemuda tersebut. Minuman dan pelakunya diangkut ke atas mobil Dalmas.

Pantauan Pos Kupang, Minggu (30//2015) dini hari, puluhan orang yang diamankan oleh petugas karena terjaring dalam operasi penertiban, meminta untuk dilepaskan. Alasannya, harus mengikuti kebaktian pada pagi harinya.

Hal ini disampaikan oleh puluhan orang tersebut saat mendengar arahan dari Kapolres Kupang Kota, AKBP Budi Hermawan, SIK di halaman kantor polres.

Mendengar permintaan para pelaku pesta miras itu, Hermawan, mengatakan, mengikuti ibadah di gereja adalah alasan yang dicari-cari untuk segera dilepas.

"Kalau memang mau kebaktian, kenapa tidak tidur diam - diam di rumah, tapi harus miras. Di kuburan lagi, mau jadi apa bangsa ini kalau kelakuan pelajar sama mahasiswi kita seperti ini?" tandasnya.

Begitu juga beberapa orang lainnya yang terjaring. Mereka mengatakan tidak ikut menikmati miras, melainkan hanya menemani temannya. Selain itu, juga karena alasan jenuh di rumah sehingga mau mencari hiburan di pantai.

Hal ini ditanggapi oleh Kapolres Kupang Kota dengan mengatakan, "Kalau nelayan yang di pantai itu beda ceritanya. Pantai juga bukan tempat yang pas untuk mencari hiburan. Kalian bilang tidak minum dan hanya mau ikut menemani teman - teman yang minum. Apalagi alasan pembenarnya?" tanya Hermawan, kepada para pelaku pesta miras.

Oknum mahasiswi yang terjaring operasi penertiban ini, lanjut Hermawan, berada pada waktu dan tempat yang salah. Pasalnya, kalau bukan menjadi pelaku, maka bisa menjadi korban tindak kejahatan. Hal ini yang harus dipertimbangkan oleh setiap orang yang terjaring dalam operasi penertiban tersebut.

"Tidak ada hiburan di pantai malam - malam. Pilih mana, yang mabuk tusuk orang atau yang tidak mabuk jadi korban? Kalian berada di tempat dan waktu yang salah," kata Hermawan.

 

Sumber : http://kupang.tribunnews.com


Bagikan Berita ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Kakanwil : 2 hari ini Ciptakan Inovasi, Kawal Implementasinya Tahun depan.
» Kemenag Gelar Pembahasan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.
» Wamenag: KUA Institusi Penting Perkuat Moderasi Beragama.
» Kemenag Kembali Buka Kelas Literasi Zakat dan Wakaf Bagi Penyuluh.
» Menag Lantik Lima Pejabat Eselon I.
» Madrasah Boleh Belajar Tatap Muka, Ini Syaratnya.
» Pemerintah Umumkan Penyesuaian Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.
» Mahasiswa Doktoral UII Teliti Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag.
» Menag Minta Realisasi Anggaran Kemenag Pada Oktober Capai 75 Persen.
» Percepat Layanan Sertifikasi Halal, BPJPH Ajak LPPOM MUI Integrasikan Data.

» Kisah Sahabat Rasul yang Lebih Mementingkan Istri Daripada Ibunya Sendiri.
» Giat Beribadah dan Tahajud Setiap Malam, Hamba Ini Diacuhkan oleh Allah SWT, Mengapa?.
» Ini Beberapa Nasihat dari Para Ulama untuk Mengobati Penyakit Hati.
» Mengapa Ada Orang Berilmu, Tapi Perilakunya Seperti Orang Tidak Berilmu?.
» Batal Haji, Ini Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji.
» Berdoa Dengan Bahasa Indonesia Di Dalam Salat.
» Hukum Memakai Masker ketika Shalat Saat Terjadi Wabah Covid-19.
» Puasa yang Mentransformasi.
» Sahabat di Penghujung Ramadan.
» Hadis Harian 30 : Semarak Bertakbir.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala