Kamis, 01 Apr 2021
Berita Kemenag Provinsi NTT - dibaca: 48 kali.

[ Pemukiman Mantan Penganut Hakekok Akan di Bangun Masjid ]

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Moh. Agus Salim mengatakan, kemunculan alirah Hakekok di Pandeglang pada 11 Maret 2021 yang lalu, menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Agama.

“Sebelumnya Kemenag juga sudah menerjunkan Penyuluh Agama Islam ke lokasi, dan beberapa hari yang lalu kami juga menerjunkan tim khusus ke lokasi, dari informasi yang di dapat terkait keadaan saudara kita di sana, insyaallah kita akan memberikan bantuan untuk membangunkan masjid atau musalla, ” kata Agus Salim pada acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Buku Juknis Bantuan di Hotel Qubika Butique, Serpong, Banten, Senin (29/3) malam.

Selain itu, Agus Salim juga mengapresiasi adanya peran dari berbagai pihak, seperti pembinaan keagamaan dini yang dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Abuya Muhtadi Dimyathi di Cidahu, Kecamatan Cadasari, Pandeglang, Banten.

Pada kesempatan itu, Tim Implementasi Moderasi Beragama Bimas Islam Abi S Nugroho mengatakan, lokasi tempat tinggal para korban paham keagamaan Ekshakekok di Pandeglang sangat jauh, dan terpencil, serta infrastruktur jalan sulit diakses kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Dan mereka bermukim di wilayah lahan perusahaan sawit, sehingga sulit mendapatkan akses pelayanan publik juga tidak saling terhubung antar warga lainnya. Lebih dari 60 persen warga belum mendapatkan isbath nikah, serta belum mendapatkan layanan identitas legal seperti KTP, KK, dan KIA,” katanya.

Selain itu, menurut Abi peran tokoh agama sangat dibutuhkan dalam melakukan pendekatan dengan kegiatan keagamaan atau pertemuan regular yang mampu mengubah persepsi masyarakat tentang paham bermasalah.

“Belum ada fasilitas keagamaan yang memadai seperti rumah ibadah seperti masjid, oleh karena itu seperti yang disampaikan oleh Direktur, akan diberikan bantuan pembangunan masjid atau musalla, bantuan literasi dan buku keagamaan Islam, juga pemulihan hak kewargaan seperti isbat nikah,” pungkasnya.

 

Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Zakat dan Wakaf Dapat Atasi Kesenjangan Ekonomi Nasional.
» Bagaimana Penentuan Jemaah Jika Kuota Haji Terbatas? Ini Penjelasan Wamenag.
» Penyuluh Agama Islam Kemenag Wujudkan Inovasi Dakwah Pemberdayaan Ekonomi.
» Kemenag Serius Tingkatkan Kompetensi Penceramah Agama.
» Isbat Awal Ramadan 1442 H Digelar 12 April, Ini Lokasi Rukyatul Hilal.
» Jadwal Imsakiyah Ramadan 1442 Hijriah Kemenag Bisa Lewat Scan Barcode.
» Kemenag: Biaya Haji 2021 Masih Dibahas Panja.
» Sesditjen Tekankan Penyaluran Dana ZIS Tidak Salah Sasaran.
» Solutif, Penyuluh Agama Islam Bekasi Berikan Layanan Melalui Mobil Keliling Bilal.
» Penyuluh Agama Islam Kemenag Gelontorkan 10 Juta Rupiah untuk Korban Bencana NTT.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala