Sabtu, 27 Feb 2021
Berita Nusa Tenggara Timur - dibaca: 72 kali.

[ Kota Kupang Raih Predikat Kota Toleran Indonesia 2020 ]

Kota Kupang meraih Indeks Toleran Award (ITW) sebagai Kota Toleran Indonesia 2020 bersama 9 kota lainnya dari total 94 kota di Indonesia. Penghargaan diterima langsung Wali Kota Jeriko dalam acara peluncuran Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2020 yang berlangsung di Ballroom Hotel Ashley, Jl. KH Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (25/2/2020).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dalam sambutannya mengatakan Kota Kupang telah membuat terobosan dengan membuat peraturan Wali Kota untuk pendirian rumah ibadah. Pasalnya, jika merujuk pada aturan yang sudah ada, maka umat Buddha di Kota Kupang tidak bisa beribadah karena harus memenuhi syarat jumlah penduduk dan sebagainya. “Kami membuat terobosan melalui aturan yang kami buat untuk memfasilitasi saudara-saudara kami bisa beribadah dengan baik,” kata Jeriko.

Jeriko juga mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi Kota Kupang untuk terus menjaga kerukunan dan dapat terus menjadi kota toleran ke depan.  Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Kupang untuk terus menjalin kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat di Kota Kupang agar kerukunan dan persaudaraan yang terjaga selama ini tetap diperkuat sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Terkait prestasi Kota Kupang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Yakobus Beda Kleden, menyatakan kegembiraannya dan memberikan apresiasi yang tinggi. Menurut Kleden, Walikota Kupang memang memberikan perhatian yang besar bagi upaya pembangunan Kota Kupang menjadi Koka Kasih, Rumah Persaudaraan bagi semua umat beragama.

“Membangun toleransi dan kerukunan merupakan kerjasama seluruh masyarakat, umat beragama dan pemerintah. Penghargaan ITW 2020 yang diterima Walikota Kupang ini menunjukkan bahwa Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama sungguh menyata di Kota Kupang, juga menunjukkan komitmen pemerintah Kota Kupang Bersama seluruh stakeholdernya menjadi kota Kupang sebagai Kota Kasih. Seluruh jajaran Kementerian Agama Kota Kupang memberikan apresiasi yang tinggi unntuk prestasi ini,” katanya.

 

 

Menurut Kleden, Pemerintah Kota Kupang memang selalu memberikan perhatian yang luar biasa bagi bertumbuhnya toleransi dan kerukunan di Kota Kupang. Sudah beberapa kali Kota Kupang mendapatkan penghargaan di bidang kerukunan. Pada 16 Januari 2020 lalu, Menteri Agama RI, Jend TNI (Purn) Fachrul Razi Walikota Kupang, memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Kupang yang diterima Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, sebagai satu dari 3 Bupati/Walikota se-Indonesia yang menerima penghargaan karena kontribusinya terhadap pembangunan agama dan keagamaan.

Sebelumnya pada tahun 2019, Kota Kupang juga menerima penghargaan dari Kementerian Agama atas perhatiannya terhadap Penyuluh Agama di Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang juga pernah menerima Harmony Award tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia. “Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas toleransi di kota Kupang. Tidak salah pemerintah menempatkan Gong Perdamaian Dunia di Kota Kupang,” katanya.

IKT Awar dilakukan oleh masyarakat sipil dalam hal ini SETARA Institute, dengan dukungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. Ada 10 kota dari 94 Kota di Indonesia yang menerima , memberikan penghargaan (award) kepada 10 besar kota dengan skor indeks toleransi tertinggi. IKT bertujuan untuk mendorong praktik-praktik toleransi di kota dan memajukan inisiatif kota dalam membangun ruang inklusif bagi seluruh anasir kebhinekaan di kota.

Indikator-indikator penilaiannya adalah RPJMD (10%), kebijakan pemerintah kota tentang toleransi dan non diskriminasi (20%), peristiwa intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama (20%), dinamika masyarakat sipil (10%), tindakan pemerintah seperti pernyataan kepada publik (10%), tindakan nyata pemerintah (15%), heterogenitas agama (5%) dan inklusi sosial keagamaan (10%). Berdasarkan indicator penilaian ini Kota Kupang berada di urutan ke-5 dengan nilai 6.033. Urutan pertama  Kota Salatiga (6.717); Singkawang ( 6.450),  Manado (6.200), Tomohon (6.1830), Kota Kupang (6.037), Surabaya (6.033), Ambon (5.7330), Kediri (5.583), Sukabumi (5.54600 dan Bekasi diurutan ke-10 dengan nilai 5.530.

 

Sumber: https://ntt.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Zakat dan Wakaf Dapat Atasi Kesenjangan Ekonomi Nasional.
» Bagaimana Penentuan Jemaah Jika Kuota Haji Terbatas? Ini Penjelasan Wamenag.
» Penyuluh Agama Islam Kemenag Wujudkan Inovasi Dakwah Pemberdayaan Ekonomi.
» Kemenag Serius Tingkatkan Kompetensi Penceramah Agama.
» Isbat Awal Ramadan 1442 H Digelar 12 April, Ini Lokasi Rukyatul Hilal.
» Jadwal Imsakiyah Ramadan 1442 Hijriah Kemenag Bisa Lewat Scan Barcode.
» Kemenag: Biaya Haji 2021 Masih Dibahas Panja.
» Sesditjen Tekankan Penyaluran Dana ZIS Tidak Salah Sasaran.
» Solutif, Penyuluh Agama Islam Bekasi Berikan Layanan Melalui Mobil Keliling Bilal.
» Penyuluh Agama Islam Kemenag Gelontorkan 10 Juta Rupiah untuk Korban Bencana NTT.

» Kiat Menumbuhkan Kasih Sayang.
» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala