Selasa, 04 Nov 2014 - 11:20:51 WIB
Berita Kategori: Haji - Dibaca: 1171 kali.

[ Radikalisme Tidak diajarkan Semua Agama Termasuk Islam ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya didampingi kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Sarman Marselinus, menjemput jama`ah haji Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2014 di Debarkasi Sukolilo - Surabaya, pada dini hari jam 01.00 WIB 01 November 2014.

"Selamat datang kembali di tanah air, setelah sekian waktu bapak - ibu melaksanakan perjalanan spiritual melaksanakan rukun Islam yang kelima," kata gubernur dalam sambutannya. Lebih lanjut dikatakannya bahwa; “Sepulang dari ibadah haji, jadilah haji yang membawa berkah untuk semua umat. Karena sebenarnya semua agama itu membawa kasih dan kelembutan termasuk agama Islam, maka jika sampai ada radikalisme, terorisme yang mengatasnamakan agama, sesungguhnya mereka bukanlah orang yang beragama. Saya yakin Radikalisme atau faham garis keras, tidak diajarkan semua agama termasuk Islam.”

Keberadaan jamaah haji sekembalinya ke daerah masing-masing sangat diharapkan membawa dampak dan nilai positif bagi kehidupan umat beragama dilingkungannya. Syiar dan kebersamaan dalam membangun masyarakat umat beragama di wilayah masing-masing merupakan bagian unsur penting dalam perwujudannya.

Jumlah jama`ah haji Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2014, yang berangkat tahun ini sebanyak 516 orang jama`ah dan kembali ketanah air sebanyak 514 orang jama`ah, disebabkan 2 orang jamaah haji meninggal dunia di Makkah. Yakni; Hj. Siti Kalisom Sulaiman, usia 63 tahun dari Kabupaten Manggarai Barat yang wafat di Makkah pada tanggal 04 Oktober 2014, karena sakit, dan Hj. Kartini Binti Rakka dari Kota Kupang yang wafat pada tanggal 29 Oktober 2014 sore hari karena sakit. (Aida Ceha, fotografer; Rizal AM)


Bagikan Berita ini