Jumat, 24 Jul 2020
Berita Bimas Islam - dibaca: 98 kali.

[ Reuni 5 Dirjen Bimas Islam, Bahas Penguatan Program Keumatan ]

Untuk pertama kalinya, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menggelar forum diskusi dan serap gagasan dari para mantan Dirjen. Karena masih masa pandemi covid-19, forum diadakan melalui Zoom Cloud Meeting. Kendati demikian, seluruh mantan Dirjen Bimas Islam tampak hadir serta para peserta sangat antusias. Acara sendiri dipandu oleh Direktur Pemebrdayaan Zakat dan Wakaf, Dr. Fuad Nasar.

Mengawali diskusi, Fuad Nasar mengkonfirmasi bahwa forum ini sangat spesial karena diikuti oleh para tehnokrat plus cendekiawan yang setia berkiprah di pemerintahan. Mereka adalah para Guru Besar, para Mantan Dirjen Bimas Islam yang dinilainya telah mampu memberi inspirasi kepada seluruh insan Bimas Islam dan sampai saat ini masih memberi kontribusi di Universitas.

“Banyak jejak dan keteladanan yang ditinggalkan untuk kita. Tugas kita adalah merawat dan mengembangkannya”, ujar Fuad Nasar, Jakarta, Rabu (22/7).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin dalam sambutannya mengungkapkan, keinginan untuk bertemu dengan para Dirjen pendahulu sudah lama direncanakan, namun karena ada wabah covid-19, forum yang diperuntukkan untuk mendengar saran dan masukan baru terlaksana.

“Sebenearnya sejak saya dilantik jadi Dirjen Bimas Islam, saya ingin segera mendengar saran dan masukan dari para Dirjen pendahulu. Karena Covid-19 maka kita baru bisa menyapa lewat Zoom. Mudah-mudahan para Dirjen terdahulu terus bisa memberi arahan dan masukan kepada kita agar Bimas Islam terus berkembang secara baik. Kami perlu mendengar nasihat-nasihat untuk kita semuanya”, ujar Dirjen dalam sambutan.

Dikatakan Dirjen, mungkin saat Dirjen terdahulu ada gagasan yang belum sempat terealisasi atau ada perkembangan baru diluar yang bisa dijadikan masukan, ia membuka diskusi agar gagasan tersebut bisa direalisasikan dengan baik.

Pesan para Dirjen

Prof. Nasaruddin Umar. Imam Besar Masjid Istiqlal ini menungkapkan, mestinya Bimas Islam harus menjadi fokus Kemenag. Kehadiran kemenag yang ditugasi mengurus umat Islam, itu adanya di Bimas Islam.

Ada beberapa point yang menjadi pesan Rektor Institute PTIQ Jakarta ini, Pertama, sejarah kemenag harus dipahami, kondisi umat Islam di Indonesia harus dipahami, model umat Islam seperti apa yang akan dibentuk ke depan. Saya mohon betul agar Bimas Islam benar-benar menyusun roadmap umat mau dibawa kemana.

Kedua, Membangun umat islam tidak mengedepankan leader, tapi harus mengedepankan manajer. Leader itu sentralistik kepada sosok pemimpinnya, sementara manajer itu tidak sentralistik, namun merata di semua tim. Kita harus hijrah dari superman ke super team. Tim itu, lanjut Nasar, bukan hanya pejabat Bimas Islam, tapi kita masyarakat juga. di Bimas Islam harus ada pemikirnya, harus ada kajian-kajian mendalam. Bimas Islam harus punya think tank bagaimana memikirkan Bimas Islam ke depan.

Ketiga, yang harus kita lakukan adalah menjaga kesunnian umat Islam di Indonesia. Kesunnian ini akar bangsa Indonesia. Cara mempertahankan keutuhan NKRI adalah dengan menjaga kesatuan umat Islam. Maka umat Islam harus kokoh dan sejahtera.

Keempat, mempertahankan posisi sosial Islam dan Pancasila. Kapan Islam sangat dominan akan menghapus nilai-nilai lokal. Begitu pula, kapan pancasila sangat dominan menghapus Islam, ini harus diwaspadai. Posisi sosial antara Islam dan Pancasila sebagai sesuatu yang paralel. Jangan pernah mempertentangkan Islam dan pancasila, ini akan kembali ke masa lalu dan gampang roboh.     

Prof. Abdul Djamil. Guru besar UIN Walisongo Semarang ini menyoroti beberapa hal terkait tugas dan fungsi Bimas Islam. Pertama, problem masyarakat yang menjadi cita-cita bersama yaitu penyatuan kalender Islam. Meski dinilainya sangat sulit karena perbedaan parameter, ia berharap Bimas Islam tetap menjadikan penyatuan kalender hijriyah menjadi cita-cita dan suatu saat bisa terwujud.

Kedua, rasa syukur kita adalah penataan biaya nikah. Dahulu sering menjadi olok-olok masyarakat karena ada gratifikasi. Endingnya adalah keluarnya PP tentang biaya nikah yang sekarang jelas. Mestinya menjadi perhatian kita, biaya nikah diluar kantor itu benar tidak ada biaya biaya lain selain yang telah ditetapkan. Agar tidak ada masalah dikemudian hari.

Ketiga, posisi penyuluh agama Islam di KUA, khususnya non PNS. Saya rasa pak Dirjen sudah melakukan inovasi. Sejak dulu kita sulit mengukur kinerja mereka, khususnya yang non PNS. Dahulu penyuluh dianggap orang asing karena dianggap bukan bagian dari KUA. Nah kalau sekarang bisa diakui itu lebih baik.

Hal lain yang menjadi sorotan Pak Djamil (baca-Dirjen) adalah ketertinggalan kita dengan perkembangan masyarakat. “Orang begitu bangun lihat gadget dan membuka konten yang tidak baik. Ini tugas Penais, bagaimana membuat konten yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan masyarakat. Kita harus lebih baik karena konten agama itu kan untuk akhirat. Saya yakin Pak Dirjen sekarang sudah memiliki pengalaman di pendis dan pararel persoalan di Bimas Islam”, pungkasnya.

Prof. Machasin. Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengungkapkan, Bimas Islam itu menjadi pilar utama didirikan Kementerian Agama, khususnya Penerangan Agama Islam. Tetapi sayangnya penerangan agama Islam itu kurang terurus. Apa yang musti dilakukan? Kembali, yaitu memperkuat Penerangan Agama Islam.

Prof. Machasin berharap ke depan, Bimas Islam memiliki program-program yang dinilainya cerdas agar masyarakat juga dapat menjalankan agama dengan cerdas dan tidak emosional. “Saya pikir harus ada program yang dapat mencerdaskan. Jadi beragama itu harus cerdas dan tidak reaktif”,

Diakhir pesannya, Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam ini berharap Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan bisa menjadi salah satu institusi penyelesai masalah karena letak dan posisinya di masyarakat yang strategis.

Prof. Muhammadiyah Amin. Guru Besar Ilmu Hadis ini mengungkapkan, harapan masyarakat kepada Bimas Islam sangat besar. “Kita tak bisa menutup mata. Kita harus ekstra kerja melayaninya. Kita fokus ke bimbingan, layanan dan pemberdayaan ekonomi umat”, ungkpaknya.

Prof. Amin lalu menyoroti warisan dari Prof. Macahsin yang disebutnya sebagai loncatan, karena banyak terobosan dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin). “Buku bimwin ini sangat komprehensif melibatkan banyak pihak. Jadi buku ini sudah bsangat baik menjadi referensi bimwin”, terangnya.

Selanjutnya Prof. Amin berbicara mengenai kampung zakat yang dinilainya bagian dari program Bimas Islam yang harus dilanjutkan. “Ada juga program percontohan (proper) Bimas Islam, ini ada di Sambas, Indragiri Hilir. Kalo kampung zakat ada di Nabire, setiap tahun 7 lokasi, termasuk di singkil Aceh. Ini bagian dari upaya mendekatkan Bimas Islam dengan masyarakat”, pungkas Prof. Amin.

Selain diikuti oleh para mantan Dirjen Bimas Islam, tampak hadir Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor, para Direktur yang berada di lingkungan Ditjen Bimas Islam serta beberapa eselon 3.

 

Sumber : https://bimasislam.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Bimas Islam Bekali PAI Pemahaman Administrasi Wakaf.
» Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Resmi Diluncurkan.
» Penguatan Kompetensi Penceramah, Kemenag: Terbuka untuk Seluruh Ormas.
» Kemenag Targetkan Tahun 2024 Semua Gedung KUA Kokoh Berwibawa.
» Wamenag: Tidak Ada Lagi Penceramah Bersertifikat.
» Kemenag Rilis Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama.
» Kabar Gembira, Kemenag NTT Masuk 5 Besar.
» Rakornas Kemasjidan: Masjid Sebagai Basis Pemberdayaan Ekonomi Hingga Literasi Keagamaan.
» Azyumardi Azra: Perlu Peningkatan Kapabilitas dan Kompetensi Penceramah.
» Wamenag Buka Sosialisasi Program Bimtek Penceramah Agama Bersertifikat.

» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.
» Penjelasan Rasulullah tentang Tanda Kiamat.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala