Jumat, 17 Jan 2020
Berita Haji - dibaca: 218 kali.

[ Pelaporan Pertanggung Jawaban Dilaksanakan 2 Kali Setahun ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengatakan bahwa penyusunan laporan itu ibaratnya ritual atau rutin.

"Ritual itu sudah terskema dan jelas, kapan dimulainya, kapan disusunnya dan kapan laporan ini disampaikan, karena ini sifatnya rutin tentu tidak sulit bagi teman-teman bagian keuangan untuk menyiapkan laporan dalam hal penyusunan," ucap Nizar.

Nizar berharap untuk untuk segera disusun laporan keuangan, cuma dalam hal penyusunan itu harus mengacu pada regulasi, pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sehingga target WTP itu harga mati yang harus kita pegang, jadi kita harus sangat hati hati mengikuti rambu rambu yang sudah ditetapkan,ujar Nizar.

Prinsipnya kita bagaimana menyusun laporan harus sesuai peraturan perundangan, demikian yang disampaikan Dirjen PHU pada saat membuka acara Penyusunan Laporan Keuangan PAOH Nasional Desember Tahun 2019M, Kamis (16/01).

Acara tersebut juga dihadiri Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Maman Saepulloh, Kasubdit Pengelolaan Keuangan Operasional Haji Suratman dan para pengelola keuangan haji di 34 Kanwil, 10 UPT Asrama Haji dan UPT Jeddah.

Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Maman Saepulloh mengatakan bahwa pengelolaan keuangan merupakan titik akhir dalam pelaksanaan kegiatan, tentu berawal dari perencanaan sehingga perencaaan yang sedang kita susun tentu harus mengacu pada Undang Undang Nomor 8 Tahun 2019.

"Penyusunan laporan keuangan sangat penting, kalau tidak menyususun laporang keuangan maka tidak bisa menyusun perencanaan anggaran," ucap Maman.

Setelah selesai menyusun laporan keuangan haji nanti akan disatukan dengan laporan Kementerian Agama dan dijadikan satu, ujarnya.

Maman berharap "setelah kegiatan ini selesai maka akan tersusunnya laporan operasional haji per 31 Desember 2019."

 

Sumber : https://haji.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 




Stylish Tabbed Navigation Demo

» Bimas Islam Bekali PAI Pemahaman Administrasi Wakaf.
» Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Resmi Diluncurkan.
» Penguatan Kompetensi Penceramah, Kemenag: Terbuka untuk Seluruh Ormas.
» Kemenag Targetkan Tahun 2024 Semua Gedung KUA Kokoh Berwibawa.
» Wamenag: Tidak Ada Lagi Penceramah Bersertifikat.
» Kemenag Rilis Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama.
» Kabar Gembira, Kemenag NTT Masuk 5 Besar.
» Rakornas Kemasjidan: Masjid Sebagai Basis Pemberdayaan Ekonomi Hingga Literasi Keagamaan.
» Azyumardi Azra: Perlu Peningkatan Kapabilitas dan Kompetensi Penceramah.
» Wamenag Buka Sosialisasi Program Bimtek Penceramah Agama Bersertifikat.

» Syekh Ali Jum`ah: Rasulullah Tidak Memerintahkan Kita Mendirikan Khilafah untuk Kedua Kalinya.
» Kisah Orang Badui Lari dari Shalat Jamaah Karena Imamnya Kelamaan.
» Sejarah Awal Mula Adzan.
» Sebelum Dibayar, Hutang Dibawa Mati.
» Puasa Arafah Penghapus Dosa.
» Larangan Membocorkan Rahasia.
» Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah.
» Peringatan Rasul terhadap Orang yang Shalat Terburu-Buru.
» Mukmin Adalah Orang yang Ramah.
» Penjelasan Rasulullah tentang Tanda Kiamat.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala