Senin, 13 Jan 2020
Berita Haji - dibaca: 217 kali.

[ Kemenag Cabut Izin 11 Penyelenggara Umrah ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Kementerian Agama mencabut izin operasional  11 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, M. Arfi Hatim menegaskan sanksi pencabutan izin diberikan karena sampai batas waktu yang ditentukan, ke-11 PPIU tersebut tidak melakukan sertifikasi sebagai Biro Perjalanan Wisata (BPW). 

Padahal, sertifikasi BPW bagi PPIU menjadi kewajiban sebagaimana diatur dalam PMA Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah. Menurut Arfi, Pasal 48 ayat (4) PMA 8/2018 mengatur, paling lama 1 (satu) tahun sejak diundangkannya Peraturan Menteri ini, PPIU wajib memiliki sertifikat usaha jasa perjalanan wisata dengan kategori biro perjalanan wisata. Jika tidak bisa dipenuhi, maka pada ayat (5) diatur sanksi izin operasionalnya sebagai PPIU dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Sampai batas akhir yang telah ditentukan di tahun 2019, mereka tidak menyerahkan sertifikat BPW. Bahkan, mereka juga tidak menyampaikan laporan progres sertifikasinya. Oleh karena itu, sesuai ketentuan, izin operasionalnya dicabut,”  tegas Arfi di Jakarta, Jumat (10/01).

Sejak terbit PMA 8 Tahun 2018, PPIU diberikan waktu satu tahun untuk melakukan sertifikasi sebagai BPW. Ketentuan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata. Regulasi tersebut mengamanatkan pelaksanaan sertifikasi BPW.

Berikut data 11 PPIU yang dicabut izinnya:
1. PT. Madani Mitra Mulia, 
2. PT. Kayangan Mandiri Utama, 
3. PT. Witami Prabuana Cipta, 

4. PT. Arhas Bugis Tour & Travel, 
5. PT. Arthayu Jeanan Lintasbuana, 
6. PT. Alharam Wisata Illah, 
7. PT. Hijau Tumbuh Kembang, 

8. PT. Fahmul Fauzy, 
9. PT. Kalam Imran Farok Tours, 
10. PT. Praba Arta Buana Utama, dan 
11. PT. Fatuha Amanah Wisata Insani.

 

Sumber : https://kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Kakanwil : 9 Satker Hebat !! VC Penyelesaian Inventarisasi Penilaian BMN Th. 2020.
» Menag dan Dubes UEA Bahas E-Learning, Imam dan Pembangunan Masjid.
» Kemenag Minta Biaya Kesehatan Haji Distandarkan.
» Batal Berangkat, Bagaimana Nasib Perlengkapan Haji 2020?.
» Sambut Tahun Ajaran Baru, Modul Moderasi Beragama Siap Digunakan.
» Sidang Isbat Awal Zulhijjah Digelar 21 Juli 2020.
» Simak! 2 Hal Penting di Rataspim (Rapat Terbatas Pimpinan) Hari ini - Kemenag NTT.
» Kemenag Terima Aset Tanah Untuk Pembangunan Replica Grand Mosque Mohammad bin Zayed.
» Lantik 4 Pejabat, Kakanwil Sarman Minta Pejabat Lakukan Hal Ini.
» Kemenag NTT: Pendampingan SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) Secara Daring.

» Ini Beberapa Nasihat dari Para Ulama untuk Mengobat Penyakit Hati.
» Mengapa Ada Orang Berilmu, Tapi Perilakunya Seperti Orang Tidak Berilmu?.
» Batal Haji, Ini Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji.
» Berdoa Dengan Bahasa Indonesia Di Dalam Salat.
» Hukum Memakai Masker ketika Shalat Saat Terjadi Wabah Covid-19.
» Puasa yang Mentransformasi.
» Sahabat di Penghujung Ramadan.
» Hadis Harian 30 : Semarak Bertakbir.
» Hadis Harian 28 : Rukyatul Hilal.
» Hadis Harian 27 : Karakter Keaslian Manusia.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala