Jumat, 13 Des 2019
Berita Haji - dibaca: 357 kali.

[ Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Akan Nikmati Fasilitas Fast Track Musim Haji Mendatang ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Jemaah haji yang berasal dari Embarkasi Surabaya (SUB) pada operasional haji tahun 2020 mendatang akan menikmati fasilitas Fast Track yang disediakan Pemerintah Arab Saudi. Fasilitas Fast Track atau yang disebut juga dengan Thariq Makkah atau Route To Mecca pada tahun lalu hanya diberlakukan khusus jemaah yang berasal dari DKI Jakarta, Banten, Lampung serta Jawa Barat yang pemberangkatannya melalui Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

“Fast track atau Thariq Makkah ini program yang kemarin tahun 2019 terlaksana hanya di Bandara Cengkareng artinya jemaah haji yang memperoleh manfaat Fast Track ini adalah jemaah haji dari DKI Jakarta dari Banten dari Lampung dan juga Jawa Barat sekitar 70.000 jemaah,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar saat membuka Kegiatan Jagong Masalah Haji dan Umrah (Jamarah) di Makassar. Rabu (11/12).

Tahun 2020 mendatang, fasilitas Fast Track juga bakal dinikmati jemaah haji yang berasal dari Embarkasi Surabaya antara lain jemaah haji asal Provins Jawa Timur, Bali dan Nusa Tengara Timur (NTT).

Fast Track ini merupakan fasilitas yang diberikan Pemerintah Arab Saudi yang bertujuan untuk memangkas waktu pada saat jemaah melalui gerbang imigrasi yang biasanya memakan waktu 4-5 jam kini bisa menghemat waktu 1-1,5 jam saja.

“Saat jemaah haji landing di Bandara Jeddah ataupun Madinah mereka masuk terminal untuk melakukan check-in imigrasi, jadi proses imigrasi ini dipindah dari Saudi ke Indonesia sehingga sampai di sana enggak perlu lagi check-in langsung turun pesawat menuju ke bus, ini kan memangkas waktu, jadi prosesnya yang semula 4-5 jam Kalau di Fast Track cuma satu jam paling lama satu setengah jam,” urainya.

Nizar mengakui, saat ini Bandara Juanda Surabaya sudah memiliki infrastruktur yang antara lain sudah menyediakan ruangan terminal khusus untuk jemaah haji serta sudah disurvei langsung oleh Pemerintah Arab Saudi, karena nantinya para petugas dari Imigrasi Arab Saudi akan didatangkan dan ditempatkan langsung di Bandara Juanda Surabaya.

“Jumlah SDM imigrasi Arab Saudi yang akan diberangkatkan ke Indonesia untuk melakukan pelayanan Fast Track ini terbatas mereka sementara pada oprasional ditarik ke Indonesia padahal setiap bandara paling tidak butuh sekitar 40 sampai 50 Orang Imigrasi,” jelasnya.

“Maka dari itu, sampai saat ini belum semua jemaah haji yang berasal dari berasal dari embarkasi maupun bandara belum bisa menikmati fasilitas ini,” tambahnya.

Nizar mengakui, Arab Saudi masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas di Imigrasi, kalau pada saat operaslional haji sebagian petugas imigrasinya disebar ke seluruh embarkasi maupun seluruh negara pengirim jemaah haji. “Coba bayangkan saat operasional haji itu kan seluruh dunia ada 3 juta lebih yang menunaikan haji ini, sementara pada oprasional merwka ditarik ke Indonesia padahal setiap bandara paling tidak butuh sekitar 40 sampai 50 orang Imigrasi ya kalau Indonesia ada 13 embarkasi 50 x 13 udah 650 petugas Imigrasi, ini karena Arab Saudi mereka penduduknya sedikit,” terang Nizar.

Melihat permaslahan ini, Nizar akan berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi agar bisa memanfaatkan SDM (Petugas Imigrasi) dari Indonesia yang kemudian dilatih bagaimana sistem dari Imigrasi Arab Saudi.

“Jadi nanti ada perpaduan antara kedua dari sistem Imigrasi ini mungkin itu bisa dilakukan tetapi kalau semuanya dari sana kayaknya tidak ada yang tidak mungkin,” tandasnya.

Turut Hadir anggota Komisi VIII DPR RI Rapsel Ali, serta Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Hatim

Kegiatan Jamarah ini diikuti sebanyak 200 peseta yang terdiri dari Para Kasi PHU se-Sulsel, Para Kerala KUA se-Sulsel, KemenkumHam, Polda, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Ormas Islam, PPIU, PIHK, serta Asosiasi Umrah dan Haji Khusus.

 

Sumber : https://haji.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Kakanwil : 2 hari ini Ciptakan Inovasi, Kawal Implementasinya Tahun depan.
» Kemenag Gelar Pembahasan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.
» Wamenag: KUA Institusi Penting Perkuat Moderasi Beragama.
» Kemenag Kembali Buka Kelas Literasi Zakat dan Wakaf Bagi Penyuluh.
» Menag Lantik Lima Pejabat Eselon I.
» Madrasah Boleh Belajar Tatap Muka, Ini Syaratnya.
» Pemerintah Umumkan Penyesuaian Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.
» Mahasiswa Doktoral UII Teliti Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag.
» Menag Minta Realisasi Anggaran Kemenag Pada Oktober Capai 75 Persen.
» Percepat Layanan Sertifikasi Halal, BPJPH Ajak LPPOM MUI Integrasikan Data.

» Kisah Sahabat Rasul yang Lebih Mementingkan Istri Daripada Ibunya Sendiri.
» Giat Beribadah dan Tahajud Setiap Malam, Hamba Ini Diacuhkan oleh Allah SWT, Mengapa?.
» Ini Beberapa Nasihat dari Para Ulama untuk Mengobati Penyakit Hati.
» Mengapa Ada Orang Berilmu, Tapi Perilakunya Seperti Orang Tidak Berilmu?.
» Batal Haji, Ini Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji.
» Berdoa Dengan Bahasa Indonesia Di Dalam Salat.
» Hukum Memakai Masker ketika Shalat Saat Terjadi Wabah Covid-19.
» Puasa yang Mentransformasi.
» Sahabat di Penghujung Ramadan.
» Hadis Harian 30 : Semarak Bertakbir.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala