Senin, 11 Nov 2019
Berita Haji - dibaca: 309 kali.

[ Pengurusan Visa Tahun Depan Bisa Diproses di Kanwil Kemenag ]

Kupang, Be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Proses pengurusan visa jemaah haji 1441H/2020M akan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. Ini berbeda dengan proses pengurusan visa jemaah tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan terpusat di Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama.

“Banyak inovasi penyelenggaraan haji yang akan kita lakukan. Pertama, pengurusan visa kita desentralisasi ke Kanwil. Jadi, paspor jemaah haji tidak perlu dibawa ke Jakarta, cukup sampai Kanwil,” ujar Dirjen PHU Nizar Ali, di Yogyakarta, Jumat (08/11).

Terobosan ini menurut Nizar dilakukan untuk memangkas birokrasi sekaligus mempercepat proses pemvisaan jemaah haji. “Karena selama ini kita terhambat karena harus menginput visa tersebut, sementara paspor belum datang dari kanwil. Jika input dilakukan kanwil, akan lebih cepat,” ujar Nizar.

Kedua, inovasi lain yang tengah diupayakan oleh Kemenag dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M adalah pemberian konsumsi secara penuh selama jemaah haji berada di Makkah. “Kalau disetujui teman-teman DPR Komisi VIII, akan kita upayakan pemberian makan bagi jemaah di masa-masa yang lima hari yang krusial. Yakni, tiga hari sebelum Arafah dan dua hari setelah nafar tsani,” ungkap Nizar.

Katering bagi jemaah haji selama di Makkah sejak tahun 2017 hingga 2019 diberikan sebanyak 40 kali makan. Dalam tiga tahun terakhir tersebut, selama masa operasional, katering di Makkah akan diberhentikan sementara pada tiga hari sebelum dan dua hari sesudah masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). 

Berdasarkan masukan dari jemaah yang terjaring dalam survei kepuasan jemaah haji Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS), mereka berharap tidak ada penghentian katering di Makkah. Apalagi, mendekati masa puncak. “Ini perlu kita pertimbangkan, apa lagi ini terkait dengan kemudahan jemaah dalam beribadah,” kata Nizar.

Ketiga, Nizar juga akan menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) berbasis digital, pada tiga Daerah Kerja (Daker) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi. “Proses pelayanan digitalisasi akan kita lakukan. Jadi semua urusan tidak perlu ada pakai paper semua berbasis Android untuk mengurus semuanya,” tutur Nizar.

 

Sumber : https://haji.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Kakanwil : 9 Satker Hebat !! VC Penyelesaian Inventarisasi Penilaian BMN Th. 2020.
» Menag dan Dubes UEA Bahas E-Learning, Imam dan Pembangunan Masjid.
» Kemenag Minta Biaya Kesehatan Haji Distandarkan.
» Batal Berangkat, Bagaimana Nasib Perlengkapan Haji 2020?.
» Sambut Tahun Ajaran Baru, Modul Moderasi Beragama Siap Digunakan.
» Sidang Isbat Awal Zulhijjah Digelar 21 Juli 2020.
» Simak! 2 Hal Penting di Rataspim (Rapat Terbatas Pimpinan) Hari ini - Kemenag NTT.
» Kemenag Terima Aset Tanah Untuk Pembangunan Replica Grand Mosque Mohammad bin Zayed.
» Lantik 4 Pejabat, Kakanwil Sarman Minta Pejabat Lakukan Hal Ini.
» Kemenag NTT: Pendampingan SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) Secara Daring.

» Ini Beberapa Nasihat dari Para Ulama untuk Mengobat Penyakit Hati.
» Mengapa Ada Orang Berilmu, Tapi Perilakunya Seperti Orang Tidak Berilmu?.
» Batal Haji, Ini Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji.
» Berdoa Dengan Bahasa Indonesia Di Dalam Salat.
» Hukum Memakai Masker ketika Shalat Saat Terjadi Wabah Covid-19.
» Puasa yang Mentransformasi.
» Sahabat di Penghujung Ramadan.
» Hadis Harian 30 : Semarak Bertakbir.
» Hadis Harian 28 : Rukyatul Hilal.
» Hadis Harian 27 : Karakter Keaslian Manusia.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala