Minggu, 03 Nov 2019 - 22:55:05 WIB
Berita Kategori: NTT - Dibaca: 25 kali.

[ Driver Ojol di Kupang Diancam Ditusuk dengan Sajam dan Motornya Dibawa Lari Orang Tak Dikenal ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Seorang warga Kota Kupang yang berprofesi sebagai driver Ojol ( ojek online), Sandro Leonard Soh Panie (19) diancam orang tak dikenal menggunakan senjata tajam (sajam) dan pelaku juga membawa lari motor korban.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (30/10/2019) sekitar pukul 22.00 Wita di Jln RA Kartini tepatnya depan Sasando International hotel.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH melalui Kaur Bin Orps (KBO) Satreskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan P. Sujana, SH saat ditemui di Mapolres Kupang Kota, Kamis (31/10/2019).

"Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) ini dilaporkan oleh korban yang merupakan warga Jln RA Kartini RT 18 RW 8 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang setelah kejadian di Mapolres Kupang Kota," ujarnya.

Kepada pihak kepolisian, korban mengaku berkendara melewati jalan tersebut bersama seorang rekannya bernama Weni Rihi menggunakan sepeda motor matic Honda Scoopy warna hitam bernomor polisi DH 4121 KJ.

Motor tersebut dibawa oleh korban dan saat melintasi TKP, dua orang pria tak dikenal menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion menghadang kendaraannya.

Seorang pelaku bahkan mengancam korban menggunakan sajam berjenis pisau.

"Saat korban dihadang, salah satu pelaku tanya ke korban `lu kenal beta kow?` (kamu tidak kenal saya?). Lalu dibalas korban `sonde (tidak) kenal," kata Ipda I Wayan menuturkan pengakuan korban saat diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota.

Selanjutnya, pelaku yang mengancam korban lalu mengambil pisau di pinggangnya untuk menganiaya korban.

Melihat kejadian tersebut, korban lalu membela diri dengan mendekati pelaku untuk menahan pelaku yang hendak menusuk korban.

Rekan pelaku lainnya yang melihat korban memberikan perlawanan, turut serta menganiaya korban.

"Salah satu pelaku dengan tangan kanannya ambil pisau di pinggang, lalu korban mendekati untuk menahan pelaku dan satu pelaku lainnya pukul korban, cuman dia menghindar sehingga korban tidak sempat dianiaya pelaku," ujarnya.

Melihat kesempatan di mana korban dan rekan perempuannya telah meninggalkan motor di TKP, salah satu pelaku langsung melarikan motor milik korban diikuti pelaku lainnya yang ikut melarikan diri menggunakan motor Yamaha Vixion yang digunakan saat menghadang korban.

Lebih lanjut, kasus ini sudah dalam tahap penyelidikan pihak Satreskrim Polres Kupang Kota.

"Kasus ini sudah dalam tahap lidik, korban dan saksi sudah dimintai keterangan," tandasnya.

Sementara itu, Sandro Leonard Soh Panie saat dihubungi POS-KUPANG.COM per telepon mengaku, kejadian tersebut tidak pernah dibayangkan oleh dirinya, sebab ia merasa tidak pernah melakukan kesalahan terhadap siapa pun.

Saat itu kejadian, ia tidak sedang bekerja dan hanya melintasi jalan tersebut.

Para pelaku, kata Sandro, tidak dikenal oleh dirinya.

"Beta (saya) hanya lewat terus dia palang dari arah berlawanan, lalu dia bilang `kenal beta ko sonde`, lalu beta jawab maksudnya bagaimana kakak?, Terus dia bilang `atau beta tikam lu`," kisahnya.

Saat itu, ia sempat turun dari motornya untuk melakukan perlawanan dengan menangkap tangan pelaku dan memukul pelaku.

"Beta ke dia, tangkap pisau itu lalu pukul dia (pelaku) dan dorong dia, terus dia punya kawan bantu dia. Setelah itu dong (mereka) bawa lari motor," ujarnya.

Sandro menuturkan, saat kejadian daerah tersebut minim pencahayaan dari lampu jalan sehingga, ia hanya mengenali motor dan ciri-ciri para pelaku.

"Nomor polisi itu saya tidak sempat lihat. Pelaku pertama yang bawa pisau itu ciri-cirinya punya rambut ombak, badan kurus, kulit hitam dan pakai jaket merah, sedangkan pelaku satunya berkepala botak, tubuhnya pendek dan badannya lumayan gemuk," jelasnya.

Usai kejadian, ia langsung meminta seorang pengendara motor yang kebetulan melintas untuk mengantarkannya ke rumah temannya.

"Beta tahan motor yang lewat untuk antar ke rumah kawan, supaya bisa dapat motor untuk lapor polisi," kisahnya.

Sandro berharap pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus tersebut dan segey menangkap para pelaku. "Harapannya motor bisa kembali," katanya.

Sementara itu, foto motor korban yang hilang dibawa lari para pelaku juga viral di media sosial.

Sejumlah anggota grup Facebook dan WhatsApp grup juga membagikan foto tersebut.

Dalam foto tersebut, terdapat keterangan foto kronologis kejadian dan nomor kontak korban yang disediakan untuk dihubungi jika warga menemukan motor itu.

 

Sumber : https://kupang.tribunnews.com/


Bagikan Berita ini