Jumat, 01 Nov 2019 - 08:57:54 WIB
Berita Kategori: Haji - Dibaca: 30 kali.

[ Pangkas Birokrasi Berbelit, Kemenag Bangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh terus meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji didalam negeri.

Peningkatan pelayanan kepada masyarakat didalam negeri diantaranya dengan membangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu, serta revitalisasi dan pengembangan asrama haji.

"Kita harus terus berinovasi jangan berjalan ditempat. Meskinya jika selesai nilai kebermanfaatannya dapat dirasakan masyarakat". Kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar pada acara Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Proyek Yang Dibiayai SBSN Tahun Anggaran 2020 yang diselenggarakan di Serang, Kamis (31/10).

Dengan dibangunnya Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu sebagai kesempatan bagi Kemenag Kabupaten/ Kota untuk mendapatkan tempat yang presentatif untuk pelayanan haji dan umrah serta dapat mewujudkan pelayanan satu atap atas penyelenggaraan ibadah haji reguler, haji khusus, maupun umrah, terkait proses atau informasi pendaftaran, pembatalan, pelunasan BPIH, konsultasi, bimbingan manasik dan pelayanan informasi.

Disamping itu juga hak-hak masyarakat berupa pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada Jemaah haji dan umrah oleh Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait.

“Dengan demikian pelayanan kepada jemaah haji dan umrah akan memangkas birokrasi yang berbelit,” tambah Nizar.

Disamping itu dengan semakin bagusnya asrama haji baik itu asrama haji embarkasi, asrama haji transit dan asrama haji antara akan memberikan kenyaman dan akan memberikan kekhusuan jamaah haji yang akan memberikan indeks kepuasaan haji dalam negeri akan naik.

Untuk tempat melaksanakan manasik, lanjut Nizar, pihaknya juga berencana akan membangun miniatur Masjidil Haram serta miniatur bukit safa dan marwa seperti aslinya agar jemaah haji atau umrah yang melaksanakan manasik bisa merasakan seperti yang ada di lingkungan Masjidil Haram.

“Saya mengimpikan kita punya miniatur Masjidil Haram beserta bukit Safa Marwa dan home teater sebagai tempat pembelajaran manasik haji di asrama haji,” harapnya.

Sementara itu Kabag Perencanaan dan Humas Slamet mengatakan setiap satker yang mwndapatkan SBSN diupayakan untuk menyelesaikan konsultan perencana pada tahun 2019 agar problem waktu dapat terselesaikan.

"Kami harap Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu lain juga menyusul dalam menyelesaikan pembangunannya tepat waktu" ucap Slamet.

Disamping itu, kata Slamet untuk mengantisipasi lebih dini untuk penerima SBSN ditahun 2020 agar punya gambaran dalam pelaksanaan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu 2020.

 

Sumber : https://haji.kemenag.go.id/


Bagikan Berita ini