Selasa, 15 Okt 2019 - 08:03:33 WIB
Berita Kategori: Bimas Islam - Dibaca: 45 kali.

[ Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Masjid, Kedepankan Sinergi dan Perkuat Regulasi ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Kepustakaan Islam merupakan salah satu perangkat penting yang mengantarkan wacana keagamaan Islam ke ruang publik Istilah ini merujuk pula pada pengertian termasuk kegiatan atau proses menghasilkan suatu karya, dan dalam konteks tertentu ia mewujud dalam salah satu bentuk popular yaitu institusi yang bergerak melakukan pengelolaan atau sering disebut perpustakaan.
 
 
Pengertian Kepdirjen 676 tentang sistem Kepustakaan Islam dan Kepdirjen 543 Tahun 2019 menjadi materi pembuka yang disampaikan oleh Kasubdit Kepustakaan Islam Abdullah Alkholis di hadapan 50 orang peserta kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Masjid, di Hotel Sahira, Senin (14/10). “Sebagai lembaga maupun dalam penggunaan nomenklaturnya, istilah Kepustakaan Islam sebenarnya sudah memiliki akar yang kuat, baik merujuk pada pengertian pustaka yang bermakna karya maupun berupa warisan keilmuan manuskrip yang ditinggalkan para ulama dan Kiai pesantren yang ada di pelosok nusantara’’, ungkap Alkholis.
 
Dilanjutkan Alkholis bahwa kata Kepustakaan Islam yang dimaksud harus memiliki kewenangan yang lebih, tidak hanya berhenti pada fungsi sebagai lembaga atau wadah penyimpanan koleksi saja, tapi arah dari Subdit dan program ini kedepan yaitu hadirnya Pusat Literasi Pustaka Keagamaan Internasional di bawah naungan Kementerian Agama. “Kementerian Agama harus hadir menjadi Pusat Literasi Pustaka Keagamaan, hal ini dapat kita bangun secara sinergis yaitu dengan bekerjasama antara Subdit Kepustakaan Islam Ditjen Bimas Islam, Perpustakaan Balitbang hingga Ditjen Pendis”, tambahnya.
 
Optimisme Alkholis ini sejatinya dibangun dari gambaran potensi literasi dan pustaka yang sudah dan dapat dibangun sinergis di lingkungan Ditjen Bimas Islam, yaitu seperti sistem serah simpan buku dari Dit. Urais Binsyar (Buku Hisab rukyat, Kemasjidan, Syariah, Paham Keagamaan Islam) Zakat dan Wakaf (Literasi Perzakatan dan Wakaf), hingga Dit. Bina KUA dan Keluarga Sakinah (Buku Keluarga, Reproduksi dan lainnya).
 
Menutup persentasinya Doktor di bidang Manajemen dan sosok yang pernah menjabat di Bidang Sarana Prasarana Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Kemenag ini, menekankan dua aspek penting lainnya guna meningkatkan tata kelola, fasilitasi serta layanan Kepustakaan Islam di waktu mendatang, yaitu dengan jalur kemitraan strategis antar banyak sektor pustaka serta penguatan regulasi yang dikomandai langsung oleh Ditjen Bimas Islam.
 
Pelaksanan Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Masjid ini diagendakan selama tiga hari (13-15/10), dan menghadirkan para pakar Kepustakaan Islam dengan masing-masing materi: Muhammadiyah Amin (Kebijakan Ditjen Bimas Islam Tentang Kepustakaan Islam), M. Agus Salim (Kebijakan Ditura Binsyar tentang Pengembangan Kepustakaan Islam), Kailani Eryono (Perkembangan Perpustakaan Masjid di Indonesia), Lutfiati Makarim (Kebijakan Perpusnas Tentang Perpustakaan Rumah Ibadah – Masjid), Agus Rivai (Pengembangan Koleksi Perpustakaan Islam), Mukmin Suprayogi (Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Masjid), hingga Abdullah Alkholis (Penguatan Sistem Kepustakaan Islam Berbasis Moderasi Beragama).
 
Acara ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri atas unsur Kasi Kemasjidan Provinsi, Pustakawan Perpustakaan Masjid tingkat Provinsi dan Kabupaten, Pejabat Esselon III dan IV di lingkungan Ditjen Bimas Islam, Pelaksana di Lingkungan Ditjen Bimas Islam.

 

Sumber : https://bimasislam.kemenag.go.id


Bagikan Berita ini