Jumat, 04 Okt 2019 - 09:46:36 WIB
Berita Kategori: Haji - Dibaca: 24 kali.

[ Tahun 2020, Pembangunan PLHUT Akan Diperluas ke Daerah 3T ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Ramadhan Harisman mengatakan tahun 2020 mendatang pembangunan Pusat Layanan Hai dan Umrah Terpadu (PLHUT) akan diperluas sampan ke daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Indonesia.

Demikian diutarakan Ramadhan saat menjadi pembicara Kegiataan Evaluasi Program Penyelenggaraan Haji dan Umrah Pelaksanaan Proyek yang Di Biayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2019 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rabu (02/10).

Ramadhan bercerita, latar belakang pembangunan PLHUT ini dilatari oleh adanya animo masyarakat yang ingin berhaji tapi tidak ada sarana dan prasarana yang ayak ketika ingin mendaftar haji maupun pelunasan.

“Beberapa tahun saat kedaerah kita melihat orang antre haji dengan setoran awal 25 juta tapi kok mereka nongkrong gak ada tempat duduk yang layak, ketika pelunasan apalagi, maka itu kita usulkan dan Alhamdulillah disetujui pembangunan PLHUT di Kabupatem/kota,” kata mantan Direktur Pengelolaan Dana Haji dan SIHDU ini.

Tahun 2019 ini, kata dia, untuk pembangunan PLHUT ini persyaratannya dibatasi hanya daerah yang mempunyai jumlah pendaftar haji berkisar 3000 jemaah/tahun. Ia berharap di tahun 2020 mendatang pembangunan PLHUT akan diperluas didaerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Indonesia.

“Tahun 2020 coba kita perluas untuk layanan di daerah 3T sehingga 2020 banyak daerah-daerah yang layanan kita terlalu besar, tapi bagaimana kita lebih kepada memberikan layanan terbaik kepada jemaah. Seperti daerah tual maluku, anambas. Mudah-mudahan bisa memicu dan memacu kita semua,” kata Ramadhan.

Maka dari itu, para penerima alokasi anggaran pelaksanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) agar menergetkan serapan anggaran yang berasal dari dana tersebut bisa terserap diatas 90 persen di Bulan Desember mendatang, agar tahun 2020 dapat mengajukan lagi dana SBSNnya.

Menurutnya, Direktur Jenderal PHU sudah mempunyai komitmen dengan Kementerian Keuangan agar seluruh penlaksanaan proyek yang di biayai SBSN ini harus selesai 31 Desember.

“Pak Dirjen sudah berkomitmen kepada kemenkeu pengerjaan proyek sbsn harus selesaI 31 desember, ini harus menjadi perhatian kirta bersama karena tiap tahun serapan anggaran phu itu sedikit terkendala besarannya dari penyelesaianya dari provei-proyek sbsn harus selesai per 31 Desember,” kata Ramadhan.

Ia beralasan, semua alokasi anggaran merupakan usulan daerah yang diajukan ke Ditjen PHU, anggarannya pun sudan tersedia, sehingga ia berharap proyek ini harus segera diselesaikan.

“Untuk itu kami akan lihat progress kedepannya, Alhamdulillah dibeberapa tempat asrama haji sudah bisa selesai di bulan November, sedangkan Pusat Layanan Hai dan Umrah Terpadu (PLHUT) kami belum dapat update terbarunya,” ujarnya.

Dia mencontohkan, progres pembangunan PLHUT yang sudah selesai adalah PLHUT Kabupaten Pandeglang, dia berharap Daerah-daerah lain juga dapat mencontohnya. Karena gedung PLHUT ini akan lebih baik dibandingkan gedung Kantor Kemenagnya sendiri.

“Pembangunan PLHUT yang sudah selsai adalah PLHUT Kabupaten Pandeglang, mudah-mudahan ini bisa memicu kita semua bahwa ini merupakan program inisiatif yang luar biasa dan saya berharap gedung PLHUT ini bisa lebih bain dari gedung Kantor Kemenagnya,” pungkasnya.

 

Sumber : https://haji.kemenag.go.id


Bagikan Berita ini