Jumat, 29 Mar 2019 - 09:03:10 WIB
Berita Kategori: Bimas Islam - Dibaca: 37 kali.

[ Ini Tiga Inovasi Baru pada STQ Nasional XXV 2019 ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersiap menggelar Seleksi Tilawatil Qur`an Tingkat Nasional (STQN) XXV Tahun 2019 yang akan dihelat Juni hingga Juli mendatang. Menyambut hajatan akbar itu, provinsi berjuluk Seribu Sungai itu juga melaksanakan Launching STQ Nasional XXV pada Kamis, 28 Maret 2019.

Menyambut launching tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang diwakili Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengingatkan bahwa pagelaran STQ bukan sekadar kegiatan tahunan, akan tetapi memiliki makna untuk mendekatkan umat kepada nilai-nilai Al-Quran. 

"Pelaksanaan kegiatan STQ yang telah membudaya di tanah air ini, merupakan angin segar bagi umat Islam untuk lebih giat membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Quran sebagai pedoman hidup yang menuntun manusia kepada perilaku yang baik dan benar," ujar Dirjen.

Dirjen menambahkan, dalam rangkaian pelaksanaan STQ Nasional tahun 2019 ini, selain melanjutkan inovasi sebelumnya seperti e-MTQ, untuk kesekian kalinya Bimas Islam melahirkan inovasi-inovasi baru. 

Inovasi pertama, katanya, pagelaran STQ Nasional tahun ini akan lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi informasi terkait pendaftaran melalui finger print, penggunaan aplikasi e-Maqra hingga proses penjurian melalui aplikasi musabaqah sebagai bentuk adaptasi terhadap era digital.

"Hal ini menunjukan bahwa syiar keagamaan tidaklah jumud atau mengalami stagnasi, akan tetapi selalu dinamis dan adaptif sesuai dengan perkembangan zaman," ujarnya.

Kedua, Dirjen melanjutkan, pada penyelenggaraan STQ Nasional tahun ini juga telah dibuat Kode Etik Juri sebagai upaya menjaga kredibilitas pelaksanaan kegiatan, sekaligus kesucian momen yang berlabel Alquran.

"Saat ini masih berlangsung rekrutmen Dewan Hakim Nasional untuk memantapkan kualitas pelaksanaan musabaqah secara profesional dan transparan," tambahnya.

Ketiga, dalam pelaksanaan event STQ Nasional ini juga telah disiapkan berbagai layanan publik sebagai bentuk hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Layanan tersebut antara lain Layanan Konsultasi Syariah, Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sakinah, serta Layanan Konsultasi Zakat dan Wakaf. 

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan publik bervisi masa depan yang akan direplikasi oleh seluruh satuan unit kerja Kementerian Agama di seluruh Indonesia," pungkas Dirjen.

Launching STQ Nasional XXV dilaksanakan hari ini, Kamis, 28 Maret 2019 di Pontianak, Kalimantan Barat. Tampak hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalimantan Barat beserta jajaran, perwakilan Pemerintah 33 provinsi lainnya se-Indonesia, para kepala daerah tingkat dua se-Provinsi Kalimantan Barat, pejabat Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, dan lain-lain.

STQ Nasional XXV sendiri akan digelar selama 10 hari, mulai tanggal 27 Juni hingga 6 Juli 2019 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

STQ Nasional yang mengambil tema "Implementasi Nilai-Nilai Alquran untuk Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang Religius, Rukun, dan Damai itu akan melibatkan 830 orang, terdiri dari 680 peserta dari 34 provinsi, 75 orang Pengawas, Dewan Hakim, dan Panitera, 50 Peserta Pusat, dan 25 orang pendamping.

 

Sumber : https://bimasislam.kemenag.go.id


Bagikan Berita ini