Kamis, 31 Jan 2019 - 12:54:04 WIB
Berita Kategori: Haji - Dibaca: 236 kali.

[ PLHUT Segera Digarap di 16 Kabupaten/Kota ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada tahun 2019 akan membangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di 16 Kabupaten/Kota. Biaya pembangunannya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Dalam persiapan proses pembangunan PLHUT yang akan segera dimulai, Direktorat Jenderal PHU mengundang para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek untuk rapat koordinasi. Dalam koordinasi tersebut, dipimpin oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis. Menurut Yanis pembangunan PLHUT merupakan bentuk inovasi dan perhatian PHU terhadap pelayanan haji di daerah.

“Pembangunan PLHUT merupakan program inovasi layanan haji. Kemenag Kabupaten/Kota ujung tombak pelayanan jemaah haji dan umrah maka harus mendapat perhatian lebih besar untuk meningkatkan layanan kepada Jemaah,” papar Yanis di hadapan peserta rapat yang digelar di Lantai 5 Gedung Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Pembangunan 16 PLHUT di Kemenag Kabupaten/Kota pada tahun 2019, menurut Yanis merupakan pilot project atau proyek pertama Kemenag. Meskipun proyek serupa yang didanai SBSN sebelumnya telag bergulir untuk revitalisasi asrama haji.

“Sebagai pilot project, pembangunan PLHUT tahun ini harus selesai dalam satu tahun anggaran dengan kualitas yang baik. Jangan sampai tidak selesai atau kualitasnya tidak baik,” tegas Yanis.

Dia memerintahkan percepatan pembangunan dan kontrol kualitas PLHUT benar-benar dilakukan. Yanis juga menekankan bahwa keberhasilan proyek PLHUT pada tahun pertama ini akan berdampak pada keberlangsungan proyek berikutnya untuk daerah lain.

“Prototipe sudah kami siapkan. RAB juga telah dihitung seluruhnya, tinggal tiap daerah menyesuaikan perhitungannya dalam kontrak. Semua kami lakukan supaya tidak ada keterlambatan,” imbuhnya.

Bentuk bangunan PLHUT harus mengikuti prototype yang telah ada. Hal itu menurut Yanis supaya bangunan PLHUT di semua daerah memiliki bentuk dan ciri yang sama.

“Ciri khas bangunan (image) ini penting supaya masyarakat lebih mudah mengenali gedung PLHUT,” pungkasnya.

PLHUT ini dirancang terdiri dari dua lantai seluas 400 meter persegi. Lantai satu digunakan untuk ruang pelayanan Jemaah dan lantai dua untuk ruang serbaguna yang dapat digunakan sebagai ruang bimbingan manasik. Ke depan PLHUT juga berpotensi menyumbang pendapatan negara melalui PNBP.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bagian Perencanaan dan Humas, Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler serta konsultan. Teknis pelaksanaan proyek dijelaskan secara rinci oleh Konsultan.

Kabupaten/Kota yang menerima dana SBSN pembangunan PLHUT tahun 2019 adalah Kota Padang, Bandar Lampung, Kab Pandeglang, Kab Cirebon, Kab Bekasi, Kab Brebes, Kota Semarang, Kab Banyumas, Kab Tegal, Kab Jember, Kab Sidoarjo, Kab malang, Kota Pontianak, Kab Lombok Tengah, Kab Wajo, dan Kab Tuban.

 

Sumber : https://haji.kemenag.go.id


Bagikan Berita ini