Senin, 10 Des 2018
Berita Haji - dibaca: 547 kali.

[ Tiba di Jeddah, Menag Gelar Rapat Persiapan MoU ]

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin tiba di Wisma Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah pada Minggu (09/12), pukul 23.10 waktu setempat. Selama di Jeddah terdapat beberapa agenda, utamanya adalah penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440H/2019M.

Meski menjelang tengah malam, Menag langsung memimpin rapat persiapan penadantangan MoU. Rapat dihadiri oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar, serta Sekretaris Ramadhan Harisman, dan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis.
Dalam rapat tersebut Menag fokus pada dua bahasan utama. Pertama masalah layanan fast track atau jalur cepat kedatangan Jemaah haji di Bandara Jeddah dan Madinah. Kedua masalah tenda Arafah dan Mina.

Pada musim haji 1439H/2018M, fast track sudah diberlakukan bagi 70.000 jemaah haji Indonesia yang berangkat melalui Bandara Soekarno Hatta yang meliputi Jemaah dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan Bekasi. Tahun ini, Menag minta penerapan fast track untuk13 embarkasi di seluruh Indonesia.

“Kebijakan fast track dirasa sangat membantu dan mengurangi tingkat kelelahan jemaah haji Indonesia, khususnya ketika proses antrean imigrasi di bandara Jedah maupun Madinah,” terang Menag.

Terobosan kedua adalah penomoran tenda di Arafah dan Mina sesuai nomor kloter jemaah. Untuk haji tahun ini, Menag ingin memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan tenda sesuai dengan kloter masing-masing.

“Ini penting agar jemaah haji Indonesia sudah mengetahui sejak awal posisi tendanya di Arafah dan Mian sehingga memudahkan mobilisasi dan penempatan. Juga untuk menghindari tenda ditempati oleh jemaah yang tidak seharusnya menempatinya,” ujar Menag.

“Saya harap penomoran tenda di Arafah dan Mina akan dapat memberikan kepastian dan kenyamanan yang lebih bagi jemaah haji Indonesia,” tandasnya.

Selain bertemu Menteri Haji Saudi, Menag dijadwalkan meninjau calon Kantor Urusan Haji (KUH) yang baru di Jeddah serta update sejumlah persiapan layanan di Madinah. Menag dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Rabu, 12 Desember 2018.

 

Sumber : https://haji.kemenag.go.id


Bagikan Berita ini

 



Stylish Tabbed Navigation Demo

» Kakanwil : 9 Satker Hebat !! VC Penyelesaian Inventarisasi Penilaian BMN Th. 2020.
» Menag dan Dubes UEA Bahas E-Learning, Imam dan Pembangunan Masjid.
» Kemenag Minta Biaya Kesehatan Haji Distandarkan.
» Batal Berangkat, Bagaimana Nasib Perlengkapan Haji 2020?.
» Sambut Tahun Ajaran Baru, Modul Moderasi Beragama Siap Digunakan.
» Sidang Isbat Awal Zulhijjah Digelar 21 Juli 2020.
» Simak! 2 Hal Penting di Rataspim (Rapat Terbatas Pimpinan) Hari ini - Kemenag NTT.
» Kemenag Terima Aset Tanah Untuk Pembangunan Replica Grand Mosque Mohammad bin Zayed.
» Lantik 4 Pejabat, Kakanwil Sarman Minta Pejabat Lakukan Hal Ini.
» Kemenag NTT: Pendampingan SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) Secara Daring.

» Ini Beberapa Nasihat dari Para Ulama untuk Mengobat Penyakit Hati.
» Mengapa Ada Orang Berilmu, Tapi Perilakunya Seperti Orang Tidak Berilmu?.
» Batal Haji, Ini Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji.
» Berdoa Dengan Bahasa Indonesia Di Dalam Salat.
» Hukum Memakai Masker ketika Shalat Saat Terjadi Wabah Covid-19.
» Puasa yang Mentransformasi.
» Sahabat di Penghujung Ramadan.
» Hadis Harian 30 : Semarak Bertakbir.
» Hadis Harian 28 : Rukyatul Hilal.
» Hadis Harian 27 : Karakter Keaslian Manusia.

Layanan HAJI
» Pendaftaran Haji
» Penundaan Berangkat Haji
» Percepatan Berangkat Haji
» Penggabungan Mahram dan Pendamping Haji
» Pembatalan Berangkat Haji
» Penyewaan Gedung Asrama Haji
» Cek Estimasi Keberangkatan.

Layanan Bimas Islam
» Rekomendasi Nikah
» Pendaftaran Nikah
» Akad Nikah
» Pencatatan Nikah
» Penerbitan Duplikat Akta Nikah
» Legalisasi Duplikat Akta Nikah
» RUJUK
» Rekomendasi Pendirian Masjid
» Rekomendasi Bantuan Rehabilitasi Masjid/ Musala