Kamis, 29 Nov 2018 - 09:15:04 WIB
Berita Kategori: Haji - Dibaca: 20 kali.

Menag Lapor Penyelenggaraan Haji kepada DPR RI

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Rapat Kerja Menteri Agama dengan Komisi VIII DPR RI tentang Laporan Penyelenggaraan Haji Tahun 1439H/2018M digelar di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Senin (26/11/2018). Dalam rapat tersebut, Menteri Agama didampingi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah bersama seluruh pejabat eselon II.

“Perkenankan kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR-RI, yang tak henti-hentinya memberikan dukungan dan perhatian terhadap upaya peningkatan kinerja Kementerian Agama, khususnya penyelenggaraan ibadah haji,” kata Menag, Lukman Hakim Saifuddin mengawali pidatonya.

Menag melaporkan penyelenggaraan ibadah haji secara lengkap kepada DPR RI sebagai bentuk pertanggungjawaban Pemerintah. Laporan diawali dengan penjelasan jumlah kuota jemaah haji tahun 1439H/2018 sebanyak 204.000 jemaah haji regular dan 17.000 jemaah haji khusus.

Berikutnya Menag juga menyampaikan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tiap embarkasi, proses pemvisaan, dan pelimpahan nomor porsi Jemaah wafat. Sebagaimana regulasi, pelimpahan porsi dapat dilakukan bagi jemaah haji yang telah ditetapkan dan dipublikasikan sebagai jemaah haji reguler yang berhak melunasi BPIH tahun berjalan dan meninggal dunia sebelum keberangkatan.

“Bila Jemaah yang telah diumumkan berhak melunasi BPIH tahun 2018 meninggal dunia terhitung sejak tanggal 12 Maret sampai dengan 15 Agustus 2018 (pemberangkatan kloter terakhir), maka nomor porsinya dapat digantikan oleh keluarganya,” jelas Menag.

Menag menjelaskan bahwa terdapat 479 usulan pelimpahan nomor porsi Sebanyak 455 pengajuan telah diproses, yang 166 orang diantaranya telah berangkat haji tahun ini. Sedangkan sisanya sebanyak 289 orang akan diberangkatkan tahun berikutnya.

Selain itu Menag juga melaporkan profil Jemaah haji, data jumlah Jemaah haji wafat, layanan bimbingan ibadah haji, pelayanan petugas haji, penerbangan haji, dan perlindungan Jemaah haji.

“Jumlah jemaah haji tahun 2018 yang wafat dan berhak mendapat asuransi sebanyak 447 orang. Yang sudah diajukan klaim sejumlah 441 orang dan telah dibayarkan sebanyak 351 orang. Sebanyak 72 klaim sedang dalam proses pembayaran asuransi dan 18 masih ditunda karena rekening sudah tidak aktif,” terangnya.

Di samping itu dilaporkan pula layanan akomodasi, transportasi, katering, layanan puncak haji (Arafah, Muzdalifah, Mina), pelaksanaan 10 inovasi layanan haji, dan hasil indeks Survey Kepuasan Jemaah Haji Indonesia tahun 2018.

“Alhamdulillah Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 2018 ini naik 0,38 poin dibandingkan tahun 2017. Kalau pada tahun 2017 tingkat kepuasan jemaah sebesar 84,85 persen tahun ini naik menjadi 85,23 persen,” kata Menag di akhir laporannya.

 

Sumber : https://haji.kemenag.go.id


Bagikan Berita ini