Senin, 08 Okt 2018 - 00:59:42 WIB
Berita Kategori: Bimas Islam - Dibaca: 63 kali.

Jangan Ada Lagi Gesekan Antar Sesama : Pesan Pak Jokowi Pada Pembukaan MTQN di Kota Medan

Kupang, be Master News (Bidang Haji dan Bimas Islam) - Presiden Joko Widodo membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke XXVII tahun 2018 di Arena Utama, Kota Medan, Minggu (7/10/2018).

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba dilokasi acara sekira pukul 20.00 WIB.

Jokowi dan Iriana terlihat menggunakan pakaian adat Sumatera Utara berwarna merah.

 

Sebelum membuka MTQ, Jokowi menghadiri tiga rangkaian acara di Provinsi Sumatera Utara.

Di antaranya menerima gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri yang disematkan Sultan Deli ke-14 Tuanku Mahmud Lamatjitji Perkasa Alam di Istana Maimun.

Selepas itu, Jokowi bersama rombongan melanjutkan kegiatannnya dengan menghadiri Paguyuban Masyarakat Jawa Sumatera Utara di Kabupaten Deli Serdang.

dan Ketiga, presiden menghadiri giat Rapat Kerja Nasional Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) di hotel Adimulia, Medan.

 

Dalam sambutannya Jokowi mengajak masyarakat terus membangun kerukunan. Terutama umat Muslim yang jumlahnya paling banyak ada di Indonesia.

"Jangan ada lagi gesekan antara sesama karena hal-hal kecil, berbeda pilihan politik. Islam agama yang Rahmatallilalamin yang membawa berkah. Sebagai umat Muslim, kita harus menjaga kerukunan," katanya.

"Dengan Mengucapkan Bismillah, dengan ini Musabaqah Tilawatil Quran ke 27, resmi saya buka," tandasnya. 

Acara pembukaan juga ditandai dengan tabuhan bedug oleh Jokowi.

 

 

Presiden disambut Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto.

Tampak sejumlah menteri kabinet kerja hadir dalam pembukaan MTQ Nasional XXVII, yaitu Menko PMK Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakiri, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. MTQ Nasional kali ini diikuti 1550 Kafilah dari seluruh Indonesia. Mereka berkompetisi di beberapa cabang perlombaan. Termasuk kafilah asal Sulawesi Tengah yang baru saja diguncang gempa dan Tsunami.


Bagikan Berita ini